Bandung, KMNU Online
KMNU sebagai organisasi kemahasiswaan kultural NU terus berupaya melestarikan dan mengembangkan tradisi santri salaf yang berbasis kajian di lingkungan kampus. Ini sebagai upaya menghadirkan sosok Islam yang santun dan moderat sesuai dengan metode para ulama dari masa ke masa tanpa menutup diri dari modernitas zaman. Sebagai salah satu upaya melestarikan dan menjaga tradisi tersebut, pengurus KMNU Pusat menggelar “Safari Da’wah dan Ziarah Mahabbah” yang dipimpin oleh staf ahli kajian KMNU, Adhli Al Karni.
Kegiatan Safari Da’wah dan Ziarah Mahabbah kali ini dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, dari hari Jumat, 6 Mei 2016, sampai dengan Ahad, 8 Mei 2016. Kegiatan dimulai dengan Ziarah Mahabbah bersama KH. Moch. Mansyur di kediaman beliau, Pondok Pesantren Nurul Huda. Pondok pesantren yang didirikan sendiri dari hasil keringat beliau tanpa sedikit pun meminta sumbangan dana dan semisalnya. Pesantren ini senantiasa berkhidmat untuk melayani para penuntut ilmu tanpa memungut biaya sepeser pun, bahkan makan dan pakaian diberikan oleh pesantren kepada setiap santri secara cuma-cuma. Ziarah mahabbah dilanjutkan dengan pemantauan kegiatan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) di tempat yang sama. Kegiatan BPUN ini merupakan hasil kerja sama lembaga bimbingan belajar “Mata Air” dan KMNU se-Bandung Raya. Peserta BPUN berasal dari berbagai daerah. “Alhamdulillah, kegitaan BPUN yang dilakukan oleh Mata Air dan KMNU ini sangat membantu kami untuk mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN” tutur salah satu peserta asal Cirebon.
Keesokan harinya, kegiatan berlanjut dengan Safari Da’wah ke majelis ta’lim KMNU ITB yang diasuh oleh Ust. Muhammad Azka di pelataran masjid Salman. Kegiatan ini diisi dengan pembacaan dan kajian kitab fikih Safinatun Najah karya Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadlrami. Pada kesempatan ini, staf ahli kajian didaulat oleh Ust. Muhammad Azka untuk menyampaikan sambutan dan taushiyah kepada para hadirin. Dalam taushiyahnya beliau menyampaikan bahwa KMNU harus terus istiqamah dalam memperjuangkan Ahlussunnah wal Jama’ah di kampus, baik melalui kajian bersanad, talaqqi, dan kegiatan rutinan lainnya semisal yasinan, tahlilan, istighasah, ziarah wali dan lainnya. Inilah khas dari santri NU yang harus dipertahankan oleh KMNU di kampus. Acara dilanjutkan dengan pembacaan kitab berikut syarahnya oleh Ust. Muhammad Azka dan diakhiri dengan ramah tamah dan salat dzuhur berjamaah.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Silaturahmi Akbar KMNU se-Bandung Raya di Pondok Pesantren Nurul Huda. Hadir diantaranya kordinator KMNU regional 1, Ust. Imam Safi’i, ketua KMNU UPI, Ust. Sapaat Abdul Salam, dan masih banyak lagi. Acara dimulai dengan silsilah Al-Fatihah dan tawassul oleh Adhli Al Karni selaku khadim majelis. Dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil oleh Ust. Abdul Habib Lutfi dari KMNU IPB. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembacaan maulid Ad-Diba’ dan taushiyah. Dalam taushiyahnya, Adhli menuturkan pentingnya untuk menjaga dan melestarikan majelis yang semacam ini. Beliau juga berpesan untuk tetap sabar dan istiqamah dalam berjuang di KMNU. Acara diakhiri dengan doa dan ijazah sanad hadits musalsal bil awwaliyyah.
Ba’da ashar, acara dilanjutkan ditempat yang sama dengan kegiatan Silaturahmi dan konsolidasi tim kajian KMNU se-Bandung Raya dengan staf ahli kajian KMNU nasional. Pada kesempatan para hadirin saling sharing dan memberi masukan terhadap kendala yang dihadapi masing-masing KMNU. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Ikhyari dari KMNU ITB.
Malam hari, acara berlanjut di rumah kayu kompleks masjid Salman ITB dalam majelis shalawatan Unit Rebana ITB (URI). URI adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa ITB yang bergerak dalam bidang pelestarian dan pengembangan seni rebana, hadrah, banjari dan sejenisnya. Beberapa kali URI memenangkan kontes hadrah nasional dalam beragai event bahkan URI juga sudah mengadakan berulang-kali festival rebana nasional di kampus Ganesha, ITB. Acara dimulai dengan pembacaan maulid Ad-Diba’ yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Ikhyari, anggota URI dan KMNU ITB peraih juara MTQ mahasiswa nasional dibidang Qiraah Sab’ah. Pada acara ini kembali didaulat untuk menyampaikan taushiyah staf ahli kajian KMNU, Adhli Al Karni. Dalam taushiyahnya kali ini beliau menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya sekadar wujud kegemaran berqasidah belaka, namun lebih dari itu. Acara yang semacam ini adalah bukti mahabbah kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. Mahabbah kita diukur salah satunya dengan keistiqamahan dan adab kita dalam menghadiri majelis yang semacam ini. Selanjutnya, acara ditutup doa dan ramah tamah.
Kesokan hari, ahad pagi dilaksanakan ikhtitam majelis di kediaman KH. Moch. Mansyur yang menandai selesainya rangkaian acara Safari Da’wah dan Ziarah Mahabbah oleh staf ahli kajian KMNU, Adhli Al Karni, di kota kembang, Bandung. Dalam sambutannya beliau menyapaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya atas bantuan dan dedikasi panitia setempat. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya jika dalam rangkaian kegiatan ada hal yang tidak semestinya. Hal senada juga disampaikan oleh Ust. Imam Safi’i, kordinator regional 1 KMNU mewakili seluruh anggota KMNU se-Bandung Raya dan menyatakan harapan agar safari da’wah terus dilakukan secara berkala agar mempererat tali silaturahmi dan senantiasa menunggu kedatangannya kembali.(Adhli)