Kuncup Bunga Harapan (Chapter 3)
“Tidak….” Dengan wajah kuyu dan beberapa bulir air mata, Agus duduk sembari menjulurkan tangannya nampak hendak meraih sesuatu. “Ada apa sih Gus?”. Tanya Adam kepada Agus, Bagas dan teman-teman yang lain masih terlelap. Keadaan kamar masih gelap, semua orang masih tidur. Jam dinding menunjukkan pukul 2 tepat dini hari. Ternyata dia memimpikan Bagas yang dikeluarkan…