Tanamkan Aswaja, KH. Idrus Ramli Isi Public Talk di IIUM

Kuala Lumpur, KMNU Online

Di tengah kesibukan memberi ceramah tentang Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah (Aswaja) di Malaysia, KH Idrus Ramli berkesempatan singgah di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM). “Meski mendadak, alhamdulillah kami berhasil menghadirkan beliau (KH. Idrus Ramli) di tengah-tengah kita, mencerahkan dan memberi inspirasi bagi para mahasiswa,” kata Muhammad Roby Ulfi, 25, Ketua Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Malaysia, Rabu (10/2) kemarin.

Dalam ceramahanya, Idrus Ramli secara khusus menyoroti perkembangan aliran Wahabi yang mulai semarak tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Malaysia. Ia menjelaskan beberapa perbedaan mendasar antara Aswaja dan Wahabi, mulai dari sisi historisnya, sanad (transmisi keilmuan)-nya, hingga friksi riil yang terjadi di masyarakat.

Sesi tanya jawab berjalan cukup menarik. Peserta yang bisa dikatakan cukup heterogen mengajukan beragam pertanyaan mulai dari yang bersifat permintaan penjelasan, klarifikasi, verifikasi, bahkan hingga yang kritis sekalipun. “Alhamdulillah, dari 7 total pertanyaan, semuanya bisa dijawab dengan lugas dan tegas oleh Ustadz Idrus Ramli tadi,” terang Roby.

“Kami sangat gembira karena yang hadir ternyata tidak hanya mahasiswa Nahdliyyin, tapi juga dari luar (Nahdliyyin). Bahkan ada beberapa tokoh masyarakat menyempatkan hadir,” kata Bayu Fadlurrahman, salah satu aktifis KMNU, yang sedari awal ikut menyiapkan dan mengawal acara.

Besarnya antusiasme hadirin juga terlihat dari banyaknya peserta yang hadir hingga ada sebagian yang tidak mendapatkan tempat duduk. “Kami sangat bahagia karena baru kali ini KMNU bisa mengadakan acara di mana pesertanya sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk,” tambahnya.

Ke depan, KMNU berencana menggelar acara yang lebih besar lagi. “Kami ingin mengadakan debat terbuka antara KH Idrus Ramli dengan salah satu toko Wahabi Malaysia. Dengannya, kami berharap masyarakat di Nusantara ini akan lebih bisa membedakan mana aliran yang cocok bagi kultur masyarakat kita,” harap Roby. (Roby/Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *