Sekolah Organisasi #1: Mengemas Organisasi dengan Branding

KMNU FK UGM berhasil menggelar Sekolah Organisasi yang dilaksanakan pada tanggal 8, 15, dan 17 Desember 2016. Sekolah Organisasi kali ini dibagi menjadi 3 tema, yaitu tentang Organizational Branding, Manajemen Organisasi dan Ke-KMNU-an. Sekolah organisasi yang diselenggarakan oleh PH KMNU FK UGM ini selain bertujuan mewujudkan Visi KMNU FK 2016 yang ingin mengakar kuat dan menjulang tinggi (seperti motto UGM), diharapkan dapat memberikan bekal khususnya kepada calon pengurus baru KMNU FK dan bermanfaat bagi mahasiswa Gadjah Mada pada umumnya.

Sekolah Organisasi #1

Pada kesempatan pertama, Sekolah Organisasi bertemakan Organizational Branding dengan Pembicara Zahratul Iftikar Jadna Masyida dari FKG UGM, beliau adalah Founder OA Line drg Nesya, anggota Senat KM UGM 2016 dan Mapres 2 FKG UGM 2015.

“Acara sudah bagus, materi bagus, tapi penyampaian ke calon peserta acara kurang bagus (red: poster) ya jadinya sama saja bohong” –Zahra-

Ka Zahra menyampaikan bahwa branding menjadi penting dilakukan oleh sebuah organisasi dari mulai pra acara, acara dan pasca acara. Akan sangat disayangkan jika acara yang dibuat bermanfaat dan berkualitas tapi branding acaranya kurang bagus dan berimbas pada jumlah kuantitas peserta yang hadir. Branding yang baik akan mendatangkan ketertarikan orang lain untuk datang pada acara yang kita buat,

Secara singkat, tahapan branding itu ada 4:

  1. Kenal
  2. Paham
  3. Interaksi
  4. Relationship

Bagaimana cara membuat orang di luar organisasi bisa sampai menjalin hubungan dengan organisasi kita? Selain kenal – paham dan sebatas say helloSOCIAL MEDIA adalah jalan keluarnya. Segala isi dunia saja sekarang dapat dengan mudahnya diakses dalam genggaman, karena itulah branding organisasi juga menjadi lebih mudah dengan memakai media- media sosial masa kini.

Untuk mem-branding suatu organisasi diperlukan sebuah strategi yang kontinyu. Tidak perlu sesuatu yang besar, yang penting istiqomah. Misalnya melalui OA (Official Account) yang terjadwal untuk menyampaikan sebuah tulisan, media curhat atau konseling, mem-post agenda yang sedang dijalankan organisasi, mem-post motivasi atau bahkan hanya sekedar sarana pengingat. Bila dilakukan secara kontinyu, nama organisasi akan ikut serta terekspos setiap kali posting. Sehingga tahapan branding lebih mudah mencapai relationship. Jangan lupa untuk memperhatikan hal berikut dalam branding sosial media:

Content

Konten negatif mudah sekali terekspos dan diakses akibat kemajuan teknologi dan globalisasi. Namun sayangnya, menghasilkan konten positif pun tidaklah mudah. Bagaimana pun caranya, konten yang akan dipost diupayakan agar dapat menyaingi konten- konten negatif yang kini sedang marak. Dengan tujuan menebarkan manfaat kepada pembaca yang lebih luas.

Konten positif dapat dibangun menggunakan 2 (dua) metode berpikir, yaitu divergen dan konvergen. Metode divergen mengajak untuk menggali seluas-luasnya ide. Mengobservasi, mengkombinasi ide diatas ide yang lain untuk membuat pilihan-pilihan. Apabila pilihan-pilihan tersebut dikerucutkan atau dirumuskan menjadi satu ide yang menyatukan, maka inilah yang disebut metode konvergen.

Space & size

Ukuran yang dimaksud adalah proporsionalitasnya, sedangkan space akan memberikan ruang agar konten menjadi fokus utama pembaca.

Colour

Pemilihan warna akan lebih baik jika menyiratkan identitas organisasi. Tentu hal ini memiliki maksud untuk memberi kesan pada pembaca setiap kali membaca atau hanya sekedar melihat. Color wheel akan memudahkan dalam memilih warna kombinasinya. Dua warna dengan memilih kontras di seberangnya atau pengambilan tiga warna dengan menggambar segitiga di dalam color wheel.

Font

Penting untuk memilih jenis huruf yang tegas dan lugas. Hindari jenis huruf dengan banyak aksesori. Ini bertujuan untuk memanjakan mata pembaca.

Alur

Gunakan alur penulisan yang umum, atas ke bawah; atas ke bawah dengan alur kiri-kanan  tiap bagian isi, serta penulisan judul berada di paling atas. Hal ini akan memudahkan pembaca agar tidak kesulitan membaca dan menemukan isinya.

Time

Carilah waktu dan momen posting yang sesuai. Waktu saat pembaca timeline sedang berada di rating tertingginya, yaitu sekitar jam 9 malam atau siang hari ketika istirahat. Bisa disesuaikan dengan konten.

Icon

Branding organisasi selain memakai logo, juga dapat menggunakan icon. Icon ini akan lebih mudah diterima bila berupa tokoh animasi yang dapat menggambarkan identitas maupun visi organisasi.

Pada intinya, untuk membuat brand sebuah organisasi harus kontinyu. Kontinyu dalam menjalankan, kontinyu dalam mengupdate ilmu.

Seperti pepatah dari Imam Syafi’i:

“Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmudan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu.

Selamat  menuntut ilmu, Kawan! (Fatimah Puspitasari dan Fajrul Falah Farhany/acp)

Sumber Gambar: http://www.searchlive.co.uk/wp-content/uploads/2015/11/Branding-101.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *