Denpasar KMNU Online Kamis (9/10/2016) KMNU Universitas Udayana kembali mengadakan kegiatan harlah yang ke-2 yang selama 2 tahun berdiri di Gedung PWNU Denpasar. Kegiatan yang diketuai oleh Bagas Setiawan itu mengangkat tema “Perkuat Ukhuwwah melalui Amaliyah Aswaja Bersama Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama’ ” Adapun tujuan dari tema ini adalah untuk memperkuat ukhuwwah antar mahasiswa Nahdlatul ulama’ melalui amaliyah aswaja yaitu kita saling memperkuat ukhuwah kita, untuk mencapai hal tersebut dengan bersama-sama kita melalui amalan-amalan aswaja.
Kegiatan Harlah yang ke-2 ini dihadiri oleh seketaris jendral PBNU, Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Bali, Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Badung, Ketua Mutasyar KMNU Universitas Udayana dan Ketua Dewan Tanfidziyah KMNU Universitas Udayana serta kegiatan ini diikuti oleh 33 gus-gus dan 15 neng-neng.
Mustasyar PCNU Kab Badung. KH Anwar Hamid, S.Pdi di pilih menjadi mauidhoh hasanah yang di dalam Mauidhohnya beliau menyampaikan menganai mengapa harus ada Nahdlatul Ulama’. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa sekitar abad 19 ulama Nusantara diresahkan dengan munculnya golongan yang menyebut dirinya memurnikan Islam. Setelah itu sekitar tahun 1924 di timur tengah terjadi pergejolakan politik yang saat itu dimenangkan oleh Abdullah bin Sa’ud, hal tersebut menambah keresahan Ulama Pesantren karena berhembus kabar bahwa pemerintah arab saudi membuat kebijakan menghapuskan pluralitas bermadzhab dan menghancur situs bersejarah seperti makam Rasulullah dan Sahabat, sehingga di utuslah Komite Hijaz yang saat itu diketuai oleh KH. Abdul Wahab Chasbullah untuk menghadap Abdullah bin Sa’ud menyampaikan permohonan untuk membebaskan pluralitas bermadzhab dan tidak menghancurkan situs bersejarah. Itulah yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama pada tanggal 26 Januari 1926. Semua peserta maupun panitia sangat berantusias mendengarkan saat beliau menyampaikan mauidhoh hasanahnya.
“Saya sangat senang dengan semangat KMNU dan KMNU harus tetap semangat untuk menjadi pelayan ulama’ yang nantinya juga menjadi pelayan umat.” Ucap Dr. Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini selaku Sekjen PBNU.
Acara yang bisa dikatakan acara sederhana ini memerlukan waktu yang cukup untuk mempersiapkannya. 2 bulan bukanlah waktu yang singkat, ditambah dengan kendala – kendala yang dihadapi oleh para panitia. Namun semuanya berjalan begitu saja dengan lancar, seperti tak ada beban. Tentu saja karena kekompakan dan semangat para panitia. “Di moment yg istimewa ini yaitu harlah ke-2 KMNU Universitas Udayana kita saling memperkuat ukhuwah kita, untuk mencapai hal tersebut dengan bersama-sama kita melalui amalan-amalan aswaja sebagai penunjang atau cara kita untuk memperkuat ukhuwah” ucap ketua panitia.
Semoga acara harlah selanjutnya akan menjadi lebih baik lagi dengan bercermin dari evaluasi yang dilakukan. Selamat hari lahir yang ke-2, Mabruk alfa Mabruk KMNU Universitas Udayana. Lintang EP & Asyhari YS/Etha