Kita sudah sampai pada pertengahan bulan Ramadhan, lalu apa kabar ibadah kalian? Apakah masih sama saja ketika sebelum Ramadhan? atau justru semangat kita telah habis di sepertiga awal bulan? Tetapi tahukan kalian bahwa banyak Bid’ah disekitar kita pada saat bulan Ramadhan dan kalian juga ikut melakukannya. Nah loh?
Kali ini kita akan membahas Bid’ah–Bid’ah yang ada pada saat bulan Ramadhan. Bahkan bid’ah ini juga dilakukan oleh mereka yang suka menuduh Bid’ah kepada kelompok lainnya. Mereka suka mengatakan umat Islam harus meninggalkan Bid’ah dan kembali kepada ajaran Islam yang murni (kaffah), tetapi ternyata mereka juga melakukan Bid’ah ini. Jangan-jangan kalian juga termasuk ahli bid’ah? Coba deh lanjutin bacanya biar tahu apa aja yang Bid’ah.
1. Sholat Tarawih Berjamaah
Eh beneran sholat tarawih berjamaah itu Bid’ah? Jadi, Sholat tarawih asalnya disunahkan oleh Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم, Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم itu sholat tarawih selalu sendirian, lalu tata caranya baru dibuat oleh Khalifah Umar –radhiallahu `anhu -. Makanya para salafus sholih dan umat Islam telah sepakat dengan tata cara salat tarawih yang diajarkan oleh Umar bin Khattab, yaitu dengan mengumpulkan para jamaah untuk salat tarawih berjamaah, Salat jamaah ini dilakukan sepanjang malam bulan Ramadhan. Sholat ini sebanyak 20 rakaat ( bukan 8 lho yaa wkwk). Hingga Umar bin Khattab berkata, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”. (Imam Nawawi di dalam Syarh al-Muhazzab). Ada yang berani menuduh Khalifah Umar sesat? Tidak! Inilah yang disebut sebagai Bid’ah Hasanah.
2. Ceramah Tarawih
Kegiatan ini satu paket dengan sholat tarawih berjamaah di masjid/mushola. Hanya ada selama satu bulan penuh selama Ramadhan. Tidak ada dalil khusus yang menyuruh kita untuk menyimak ceramah tersebut, apalagi cuma dikhususkan di sela-sela tarawih. Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم pun juga tidak memberikan contoh ibadah ini secara langsung. Apakah ceramah tarawih sesat? Tidak! Inilah yang disebut sebagai Bid’ah Hasanah.
3. Acara-Acara I’tikaf
I’tikaf memang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم. Namun, tata cara i’tikaf yang dikoordinir, dibuat jadwal-jadwal kegiatannya, ada ceramah, ada muhasabah, ada membaca al-quran dll adalah amaliyyah baru yang ditambahkan. Perpaduan ini tidak dilakukan pada masa Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم. Apakah ibadah ini sesat? Tidak! Inilah yang disebut sebagai Bid’ah Hasanah.
4. Masih banyak lagi tentang Bid’ah
Diantaranya buka bersama, jadwal menyiapkan ta’jil bergiliran, kajian jelang berbuka, kuliah shubuh, dll. Apakah semua ibadah ini sesat? Tidak! Inilah yang disebut sebagai Bid’ah Hasanah.
Ah itu kan bukan ibadah wajib (fardhu), jadi gak apa-apalah bid’ah. Oke itu bukan ibadah wajib (‘hanya’ sunnah). Sekarang kami kasih tau lagi nih, ternyata ada lho ibadah fardhu kita yang tidak luput dari bid’ah. Waduh…. Apa aja itu?
1. Khutbah Jum’at dengan menggunakan bahasa selain bahasa arab
Nih bagi laki-laki, tidak sah sholat jumat jika tidak ada 2 khutbah. Dan faktanya Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم dan para sahabat selalu ber-khutbah dengan bahasa arab secara keseluruhan. Kapan Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم mencontohkan khutbah dengan bahasa sunda? wkwk. Tapi kok kita boleh ber-khutbah dengan bahasa Indonesia? Jadi, khutbah Jumat dengan bahasa selain bahasa arab adalah Bid’ah. Apakah seluruh orang Indonesia sesat karena hal ini? Tidak!
2. Membayar zakat fitrah dengan beras atau uang
Ibadah yang termasuk rukun Islam dan Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم selalu berzakat dengan kurma. Lalu apakah kita yang berzakat dengan beras, jagung, sagu, atau uang (hanafiyah membolehkan) termasuk Bid’ah dan sesat? Tidak!
Sebenarnya masih banyak lagi Bid’ah yang yang kita lakukan baik sadar maupun tidak, tetapi kebanyakan ‘mereka’ tidak jujur dengan hal ini. Jadi kalian masih alergi dengan Bid’ah? ya udah gak masalah yang penting kalian mau belajar dan mengaji lagi. Berlomba-lombalah kalian dalam menunaikan Bid’ah. Mari bersama-sama menikmati indahnya Bid’ah. Banggalah menjadi ahlul Bid’ah. wkwk.
Mohon maaf bagi mereka yang menyatakan bahwa semua Bid’ah itu sesat. Maka seyogyanya konsisten tidak melakukan dan tidak membuat acara/ibadah seperti di atas.
Akhir kata sebagai penutup, mari kita galakkan Bid’ah yang wajib dan sunnah. Mari kita sibukkan dunia dengan Bid’ah-Bid’ah Mahmudah, Bid’ah-Bid’ah Hasanah, untuk syiar Islam, ke-maslahat-an kaum muslimin, dan rahmatan lil alamin. Wallâhu a’lam bis shawâb.(F Imam Fatoni, KMNU ITB/Eff)