Hindari Konflik, Utamakan Persatuan Umat

Pekalongan, KMNU Online

Rabu (27/7), Syaikh Abdurrazaq Ar-Rifai dari Lebanon dalam acara Konferensi Ulama Internasional di Pekalongan, mengungkapkan tentang pentingnya persatuan umat Islam. Salah satu pembicara dalam konferensi ini menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk terhormat. Ketika manusia diciptakan, Alloh memerintahkan pada makhluk lain untuk bersujud pada manusia. Tetapi iblis enggan karena merasa “dirinya lebih baik” daripada manusia. Sifat manusia yang merasa ingin dihormati dan merasa lebih baik merupakan faktor yang dapat memperkeruh persatuan. Termasuk paman Nabi Abu Lahab, mengingkari Rosul karena merasa lebih pantas mempunyai kedudukan di Baitullah.

“Perbedaan pada umat Rosul adalah rahmat. Allah tidak akan menghisab hamba-Nya yang mana terdapat khilafiyah,” tutur Syaikh Abdurrozaq. Ulama kharismatik dari Libanon ini memaparkan sering kali manusia mengedepankan hawa nafsunya dengan menafsirkan sesuai keinginan sendiri atau malah karena tidak tahu. “Jangan sampai ada yang memonopoli bahwa kitalah yang benar. Kita harus berhati-hati dengan da’i-da’i yang baru muncul belakangan ini. Jika ada pernyataan yang salah tentang agama, hendaklah kita bertabayun, siapa gurunya dan dari mana sumbernya. Jangan serta merta langsung menyalahkan atau membenarkan,” imbuh beliau.

“Ada lima faktor persatuan bagi umat Islam saat ini. Pertama, dengan mengedepankan aspek-aspek ushul, dan tidak sibuk dalam perkara-perkara khilafiyah. Kedua, menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ketiga, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam berbangsa. Keempat, semangat kebersamaan bersama Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai kelompok terbesar umat Islam. Kelima, meninggalkan kebiasaan menghakimi mereka yang berbeda paham dan aliran,” papar beliau.

Seseorang pun tidak berhak mengatasnamakan Al Quran dan Hadist tanpa ada kejelasan siapa gurunya dan bagaimana nasab keilmuanya. Demi menjaga konflik, hindari stigma negatif tentang suatu kelompok. Berfikir dewasa dan berbaik sangka penting diterapkan. Syaikh Abdurrozaq menuturkan jika ada perbedaan, mahzab kita benar, berfikirlah mungkin ada kekeliruan dalam hal lain. Begitu juga sebaliknya, jika merasa mahzab mereka salah, berfikirlah, mungkin ada hal lain yang benar. Inilah pentingnya toleransi demi persatuan dalam umat Islam.(Fela/el Naomiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *