Seminar Nasional: Peran Mahasantri untuk Akselerasi Pembangunan Indonesia

Bandung, KMNU Online

Jumat (22/01) Seminar Nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa Santri Untuk Akselerasi Pembangunan Bangsa” adalah rangkaian kedua dari kegiatan Musyawarah Nasional ke 2 KMNU. Acara yang diselenggarakan di  Auditorium JICA FPMIPA UPI ini diisi langsung oleh ketua umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dan Menpora Imam Nahrawi, namun dalam kesempatan kali ini Menpora berhalangan hadir. Acara ini diawali dengan pembacaan basmalah dan ayat suci al-Quran dan sholawat Badar dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ya Ahlal Wathan.

Pada kesempatan kali ini Wakil Rektor UPI yang memberikan sambutan, mewakili pihak Universitas Pendidikan Indonesia. Beliau menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan Musyawarah Nasional KMNU ini. Dalam kesempatan itu Rektor UIN Sunan Gunung Jati menambahkan, “Jika KMNU bisa eksis, maka ormas Islam radikal akan tergusur, karena KMNU mempelajari ilmu tidak hanya secara tekstual namun juga mendalam”.

Dalam acara inti KH. Said Aqil Siradj menjelaskan bahwa mahasiswa yang juga berpredikat santri sangat dibutuhkan perannya dalam mengoptimalkan pembangunan bangsa untuk menjadikan Indonesia bangsa yang berperadaban. “Islam Nusantara adalah Islam yang Nasionalis, di berbagai negara timur tengah ada ulama tapi tidak nasionalis, ada pula kaum ulama tapi tidak nasionalis. Hal itu yang menyebabkan mereka hancur dalam pertikaian karena bersikeras memperjuangkan kepentingan golongannya. Berbeda halnya dengan Indonesia. Ulama di Indonesia adalah golongan nasionalis, mereka paham akan ilmu agama juga penuh semangat cinta tanah air. Peran keberadaan mahasiswa NU adalah untuk menjaga pembangunan Islam di Indonesia dari golongan radikal. Mahasiswa juga dibutuhkan sebagai penerus estafet perjuangan NU,” papar beliau. Beliau juga menambahkan bahwa orgnisasi KMNU juga harus memegang peranan dalam dakwah ahlussunnah waljamaah. “Jadilah orang yang tidak hanya intelek namun juga bermanfaat. Imbangi kelompok radikal itu, tapi jangan dengan menghina, jangan mengejek, imbangi dengan sisi kebaikan, mereka membuat buletin kita bikin buletin,” ujar beliau. Rangkaian acara kedua ini berlangsung dan ditutup dengan doa oleh KH. Said Aqil Siradj.(Dmitry/ el Naomiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *