Mimpi Pemuda

Kepada Para Pemuda Nahdliyin

Sebuah bukit

jalanan beraspal

berliku menanjak

Di puncaknya

Aku dan kau saling menggenggam impian

bukankah sejak lama kukatakan padamu

mimpi-mimpi kita pasti dipeluk Tuhan

sayangnya kau tak pernah percaya

Kini

Ketika kita

lirih kudengar kau tergugug

sorot matamu melembut

tubuhmu bergetar kelu

kau menangis dalam tawa

Apa yang kita lihat

pada hamparan di bawah sana

Adalah warna warni yang menghijau

seperti rerumputan disapu pelangi

Orang-orang tak lagi saling tikam

Anak-anak kecil mencintai lagu-lagu tentang nabi

Remaja-remaja setiap subuh pergi ke suaru mengaji

Penghafal Quran?

Penghafal Quran sama banyaknya dengan kuntum bunga di musim semi

Para kyai

memeluk santri-santri dengan petuah dan nasehat kehidupan

Para pemimpin

duduk di singgasana sambil menebarkan cinta pada rakyatnya

Hati manusia sungguh dipenuhi bunga-bunga mekar dan mentari bersinar

Lalu dunia?

Bagaimana Dunia?

Ya dunia

Dunia menjadi terang benderang seakan seribu suluh baru saja dinyalakan

Ah, hidup terasa begitu puisi

Kawan

Bukankah sudah kukatakan padamu

Tuhan pasti memeluk mimpi-mimpi kita

Sekarang kau baru percaya?

Kawan

Suluh-suluh itu kitalah jaga

Bila habis minyaknya kita bakar kayu kering sisa ranting berguguran di hutan

Bila habis ranting kering kita bakar dedaunan berguguran di hutan

Bila habis dedaunan kita bakar saja tanah kering dari antah berantah

Kawan,

Bahkan bila tinggal air mata tersisa di dunia ini

Bila tinggal air mata yang tersisa di dunia ini dan ia mampu menyalakan api

Ia harus dibakar untuk menyalakan suluh

Harus

Kawan

Tuhan tak pernah mengkhianati hambaNya

Suluh itu harus menyala

Sebab kali ini kita berdiri pada satu puncak bukit

Esok di belakang kita

Masih banyak bukit yang suluhnya harus dinyalakan

Kawan

Masih banyak bukit yang perlu dihijaukan

Oleh : Trini N. Cahyani-KMNU IPB

Syair ini ditulis untuk mengapresiasi semangat para Nahdliyin dan Nahdliyat yang berjuang “menghijaukan” kampus masing-masing. Saya percaya, di setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, jam, menit, detik, setiap waktu…KMNU akan melahirkan generasi terbaik bangsa, mereka akan menjadi pemimpin yang mengayomi, melindungi, dan mencintai rakyatnya.

Saya percaya!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *