Bandar Lampung, KMNU Online.
Pada tanggal 8 November 2016 lalu, bertempat di masjid Ar-Roudloh Bandar Lampung, berkumpul mahasiswa-mahasiswa “aneh” yang secara bergantian mentashih bacaan Qur’an mereka.
“Alhamdulillah, sudah berjalan 11 minggu,” ungkap salah satu dari mereka.
Dikatakan “aneh” karena diantara padatnya aktivitas sebagai mahasiswa masih menyempatkan diri mengaji Qur’an seperti anak TPA.
“Bacaan Qur’an-nya belum benar, ikut kegiatan ini-kan ada gurunya. Ada yang menyimak,” ungkap Lisnawati, mahasiswi Pendidikan Sejarah 2016 FKIP UNILA, menjelaskan alasannya mengikuti kegiatan Tahsinul Qur’an KMNU UNILA.
Alasan serupa juga diungkapkan oleh Lu’luatul Farida, mahasiswi Pendidikan Fisika 2014. Menurutnya, selama ini bacaan Qur’an-nya masih jauh dari kaidah.
“Untuk memperbaiki bacaan, supaya ibadah lebih berkualitas,” imbuhnya.
Kehidupan kampus yang padat dan penuh tuntutan membuat mahasiswa banyak yang lupa bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan ini, atau bahkan sengaja mengabaikannya.
Dalam penutupan “ngaji”, guru yang tidak berkenan disebutkan namanya itu berpesan, “Sekarang ini orang pada hafal ‘rodliitu billahi robba, wabil islamidiina, wabil muhammadin nabiyya warosula, wabil qurani imaman wa dalilan‘, namun dalam prakteknya Al-Qur’an tidak lagi dijadikan imam, kini Al-Qur’an sering dijadikan makmum, Ia tidak lagi jadi panutan, Ia lebih sering dijadikan alat sebagai pemuas keinginan nafsu. Semoga kita dibukakan pintu hati untuk mencintai dan dicintai Al-Qur’an.” (Rosihun/acp)
Sumber Gambar: http://3.bp.blogspot.com/-dPTKkpBqifc/TrKCF0teJqI/AAAAAAAAA0A/_nw-Idzfn6c/s1600/holly-Quran_5.jpg