Sayyidina Umar ra, Pemimpin Para Pelaku “Bid’ah”

Oleh: Mochamad Bukhori Zainun

Siapakah yang mengusulkan pengumpulan al-Quran dalam satu mushaf?

Dialah Sayyidina Umar ra, yang mengusulkan kepada Sayyidina Abu Bakar ra untuk mengumpulkan al-Quran dalam satu mushaf karena ketika itu banyak para penghafal al-Quran yang syahid pada perang Yamamah.

Ketika mendengar usulan tersebut Sayyidina Abu Bakar ra menanggapinya dengan berkata, “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu (pengumpulan al-Quran) yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah”

“Demi Allah, yang demikian itu baik” jawab Sayyidina Umar ra

Hingga akhirnya Sayyidina Abu Bakar ra setuju atas usulan Sayyidina Umar ra dan mereka berdua menemui Sayyidina Zaid ibn Tsabit ra untuk menugaskan pengumpulan al-Quran dalam satu mushaf.

Siapakah yang memindahkan maqam Ibrahim yang semula menempel dengan Ka’bah?

Dialah Sayyidina Umar ra, yang memindahkan maqam Ibrahim ke belakang (ke tempatnya hari ini) dimana pada zaman Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam dan Sayyidina Abu Bakar ra maqam tersebut menempel dengan Ka’bah. Tujuannya agar orang-orang yang sedang melakukan shalat di maqam Ibrahim tidak mengganggu orang-orang yang sedang melakukan thawaf.

Al-Hâfidz Ibn Hajar berkata, “Tidak ada seorangpun dari kalangan sahabat dan orang setelahnya yang mengingkari perbuatan Sayyidina Umar ra, mereka semua sepakat dalam hal ini.”

Siapakah yang mengkordinir para sahabat dan tabi’in untuk melakukan shalat tarawih berjamaah 20 rakaat di bulan Ramadhan?

Dialah Sayyidina Umar ra, yang ketika itu melihat para sahabat shalat sendiri-sendiri dalam satu masjid (Masjid Nabawi) sehingga beliau berinisiatif untuk mengkordinir para sahabat berada dalam satu jama’ah dengan diimami oleh Sahabat Ubay ibn Ka’ab ra. Beliau berpendapat, “Yang demikian itu adalah sebaik-baiknya bid’ah”.

Lalu, siapakah Sayyidina Umar ra?

Dialah Umar ibn Khattab ra, khalifah kedua setelah Sayyidina Abu Bakar ra, seorang sahabat yang tegas terhadap permasalahan agama, yang seringkali melakukan bid’ah hasanah, yang disabdakan oleh Rasul, “Ikutilah Abu Bakar dan Umar sepeninggalku”. Tak berlebihan rasanya jika beliau dijuluki pemimpin para pelaku bid’ah dalam hal ini bid’ah hasanah. Karena dari beliaulah sebaik-baiknya bid’ah lahir, beliau merupakan pionir bid’ah hasanah dan beliau pulalah sahabat rasul yang banyak melakukan bid’ah hasanah.

Imam as-Syafi’i pernah berkata, “Bid’ah itu ada dua, bid’ah mahmûdah (terpuji) dan bid’ah madzmûmah (tercela). Jika sesuai dengan sunnah maka itu bid’ah yang terpuji sebaliknya jika menyalahi sunnah maka termasuk bid’ah yang tercela.”

Jika kita dianjurkan untuk mencontoh dan mengikuti para sahabat Nabi, maka sudah semestinya kita semua selaku umat islam tidak alergi terhadap bid’ah hasanah, karena para sahabat merupakan pecinta bid’ah hasanah. Semoga Allah yang Maha Pembuat bid’ah senantiasa memberikan inayah dan taufik-Nya kepada kita semua agar senantiasa mengikuti para sahabat dan salafus shâlih yang senantiasa melestarikan “bid’ah”.

Selamat Memasuki Bulan Rabiul Awal, Selamat Memperingati Maulid Nabi.

اللهم صل وسلم وبارك عليه

Wallahu a’lamu bis showaab⁠⁠⁠

Sumber Gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Umar#/media/File:20131203_Istanbul_118.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *