Mutiara Akhlak #2: Jujur dan Tata Krama

Bismillaah

الأدب شرف  والصدق منج

Al_Adabu utawi tatak-rame, iku Syarofun muliye
Was Shidqu lan hale utawi jujur, iku Munajjin kang nyelametaken

Tata krama itu mulia dan jujur itu menyelamatkan

Adab is noble and honesty is saviour

Bertatakrama, beradab, penuh sopan santun akan menaikkan seseorang menuju tangga-tangga kemuliaan, meskipun kedua orang tuanya bukanlah ulama besar atau pun bangsawan terpandang. Sebaliknya, buruknya budi pekerti akan merendahkan anak manusia ke relung-relung hina-nista, meskipun kedua orang tuanya seorang raja.

Betapa pun tinggi pengetahuanmu tidak lantas merubahmu mulia dan terhormat. Bahkan tidak hanya pengetahuan, misi terbesar diutusnya Baginda Nabi saw. tidak lain untuk meningkatkan kualitas moral, berbudi pakerti luhur. Jadi, beradablah sebelum dan ketika kau memiliki ilmu. Orang yang lebih berilmu, maka seharusnya ia lebih beradab. Jika tidak, lantas apa bedamu dengan ia yang diusir dari surga? Percayalah, tanpa pondasi adab, megahnya kemuliaan yang lama kau bangun pasti akan runtuh.

Di antara adab yang paling mulia, ialah jujur. Jujur akan menghantarkanmu pada taman keselamatan. Sementara dusta pasti menjerumuskanmu ke jurang nestapa, penuh sengsara. Bisa jadi pembohong itu bisa selamat, tapi ia tak selamanya mampu selamat berkat tipu dayanya. Pada ujungnya, pasti ia diganjar akibat ulah dusta yang ia lakukan.

Berbalik nasib dengan seorang yang jujur. Ia takkan pernah tersentuh siksa. Ia sadar, siksa itu akibat dari perbuatan dosa. Maka, ia pun enggan berdusta. Selamatlah ia dari percikan api dunia sekaligus neraka akhirat. Dari sini, mari menginstrospeksi diri, saling memuliakan dengan santun serta meniadakan dusta di antara kita. Salah satu sabda Nabi saw. “Katakanlah dengan jujur meski (hal itu) menyakitkan.” Wallahu a’lam (Ozt)

Disarikan dari kitab Al Muntakhobat fil Makhfudzat karya Syaikh Umar Abdul Jabbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *