Andai Mereka Tahu

Saat diantara Hidup dan Mati

Matanya sedikit terpejam
Lalu cahaya-Nya tiba melintas
Surga, ia terlihat nyata
Namun, ada sedikit sesal yang masih ia simpan
Andai….andaiii
Bukan bahagia dulu yang ia tumpahkan
Melainkan tangis harap, yang mungkin sudah melambat
Andai mereka sadar
Andai mereka merasa
Andai mereka melihat
Andai mereka tahu betul
Apa yang kini kurasa
Apa yang kini kulihat
Luasnya ampunan
Gelimang pahala yang membuatku terhormat
Ahhh, andai saja
Isak batinnya, pedih

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ (٢٦) بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ (٢٧)

“Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga”. Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan” (QS. Yasin 26 – 27).

Konon, ia disalib di atas pintu sebuah kota tua itu
Ada juga yang mewartakan, setelah tercekik rantai, tubuhnya dimutilasi, kecil-kecil, lalu dipamerkan pada keramaian pasar
Ia terkubur disana
Meski diperlakukan keji, ia tak pernah sekalipun menyimpan dendam

Hingga surga menjemput, hatinya begitu welas dan memelasi mereka yang membunuh

“Kekasih Tuhan,” seseorang lagi memberiku bisikan, “takkan pernah marah, tapi senantiasa mendoakan baik untuk siapapun.”

-ozt-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *