Merenungi Revolusi Hijau (Bagian I)
Dalam rangka meningkatkan persediaan dunia akibat peningkatan penduduk, Presiden Soeharto menyanangkan gerakan revolusi hijau. Hal ini dilakukan pada tahun 60-an untuk meningkatkan penyediaan pangan yang diringi dengan meningkatnya jumlah penduduk. Beberapa ahli berpendapat bahwa revolusi hijau merupakan sebuah gerakan massal dan massif dalam peningkatan hasil produksi pertanian, khususnya padi dan gandum. Perubahan yang dilakukan berupa perubahan fundamental dalam penggunaan teknologi di bidang pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga tiga kali lipat (dari produksi pertanian pada saat itu) hanya dengan penambahan 30% areal tanam (Pingali 2012). Penggunaan paket teknologi saat itu sudah berevolusi hijau dan mungkin hingga kini dampaknya bisa kita rasakan. Paket teknologi yang diberikan berupa penggunaan bibit unggul, pupuk buatan, serta sistem pertanian yang monokultur. Bibit unggul merupakan salah satu teknologi berupa rekayasa genetik yang bila diaplikasikan dapat meningkatkan produktivitasnya. Penggunaan bibit unggul tentu harus diiringi dengan pemberian pupuk yang menyokong pertumbuhan tanaman. Paket pupuk buatan digunakan bertujuan untuk membantu mempercepat …