Hukum Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Ikhtilaf para ulama kepada dua pendapat mengenai hukum puasa enam hari di bulan syawwal kepada dua pendapat.
Pendapat pertama, sunnah berpuasa enam hari dibulan syawwal.
Ini adalah pendapat umum Hanafiyyah, Syafi’iyyah, Hanabilah, selelompok Malikiyyah dan Imam Daud Ad-Dzahiri.
Pendapat kedua, makruh berpuasa enam hari dibulan syawwal.
Dinukil dari Imam Abu Hanifah dan Abu Yusuf, makruh jika mengikutkan dengan ramadlan yakni puasa dihari fitri dan lima hari setelahnya. Begitu pula pendapat Imam Malik dalam Muwattha’ riwayat Imam Yahya.
Sekilas berbeda tapi hakikatnya adalah sama, yakni sunnah berpuasa enam hari dibulan syawwal. Ini didukung dari dalil-dalil yang kuat, diantaranya:
  • Dari Sayyidina Abu Ayyub Al-Anshari RA sesunngguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan ramadlan dan mengikutkannya dengan puasa enam hari dibulan syawwal maka ia seakan puasa setahun penuh”. (HR. Imam Muslim dalam kitab Shahihnya nomor 1164)
  • Dari Sayyidina Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW, bersabda: “Barangsiapa yang telah berpuasa ramadlan dan mengikutkannya dengan enam hari bulan syawwal maka sungguh ia telah puasa setahun penuh”. (HR. Imam Al-Bazzar dalam Musnadnya serta dishahihkan oleh Imam Al-Munziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib dan Imam Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid)
  • Dari Sayyidina Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri maka ia seperti puasa setahun dengan sempurna, barangsiapa yang berbuat satu kebaikan maka baginya ganjaran sepuluh kali lipat”. (HR. Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunannya dan dishahihkan Imam Al-Munziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib)
Hadits yang sama diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya dengan perbedaan lafadz: “Berpuasa dibulan ramadlan seperti sepuluh bulan, dan puasa enam hari seperti dua bulan, maka itu seperti puasa setahun”.
Ringkasnya, berpuasa enam hari dibulan syawwal adalah sunnah karena ia akan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali sehingga setara dengan puasa dua bulan, sedang ramadlan itu sendiri juga akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat sehingga setara dengan sepuluh bulan. Maka berpuasa ramadlan dan diikuti puasa enam hari dibulan syawwal seperti berpuasa setahun penuh. Ini sunnah yang kukuh terlebih lagi dalam mazhab kita, mazhab Imam Asy-Syafi’ sebagaimana termaktub dalam Al-Mughni.
Dikeluarga kami, biasanya dihari kedua lebaran sudah memulai berpuasa enam hari berturut-turut dibulan syawwal. Selesai tanggal 7 syawwal. Biasanya ditutup dengan ziarah ke makam keluarga dan (yang paling penting) makan-makan lagi. Biasa disebut dengan istilah Syawalan.
Demikian risalah ini kami susun. Semoga bermanfaat. Selamat berpuasa dan menyambut Syawalan enam hari mendatang.
Bogor, 2 Syawwal 1437
Adhli Al Karni, Staf Ahli Kajian KMNU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *