Bintaro, 4 Juni 2016
“Ayoo teman-teman sudah jam 05.35 nih, yang belum datang ditelpon diminta segera merapat. Sesuai rundown kita harus berada di bis dan siap berangkat jam 06.00” Seru salah satu anak IMAN. Yap, agenda teman-teman Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (IMAN) STAN hari ini adalah ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon juga sekaligus mampir ke Pondok Pesantren Buntet.
Sekitar pukul 06.40 kami serombongan siap berangkat. Setelah diabsen oleh panitia, acara dimulai dengan doa yang dipandu oleh salah satu guru kami yaitu Ustad Bukhori, dimaksudkan agar perjalanan ziarah yang mengusung tema “Wisata Religi bersama IMAN 2016” ini mendapat keberkahan serta nantinya jamaah diberikan kesalamatan dalam perjalanan. Selanjutnya, perjalanan menuju Cirebon ini ditemani oleh suara merdu para pelantun sholawat.
Cirebon, masih 4 juni 2016
Alhamdulillah, Kami sampai di Kompleks Makam Syech Syarief Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati tepat pukul 11.45 dan langsung menuju Masjid untuk melaksanakan Sholat Dhuhur. Selesai Sholat, barulah Kami menuju pemakaman untuk membacakan Yaasiin dan Tahlil yang berlangsung dengan khusyuk bermunajat kepada Allah. Semoga dengan ziarah ini, Kami dapat merefleksikan diri untuk semakin istiqomah dalam beribadah, apalagi 3 hari kedepan kita menyongsong Bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan. Aamiin
Acara selanjutnya yaitu makan siang dengan Nasi Lengko yang lezat yang sudah disiapkan Mas Afani (alumni IMAN) untuk menjamu Kami. Kebetulan rumah beliau tidak jauh dari Makam Sunan Gunung Jati. Stamina terisi, Kami siap melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Buntet, destinasi kedua Kami.
Di Ponndok ini, Kami disambut dengan ramah oleh pengasuh pondok. “ Beliau namanya Kyai Hasan Kariyani, ‘Kariyani’ yang menjadi nama belakang beliau diambil dari nama kakeknya yang memiliki nama asli Kyai Anwarudin tapi dijuluki Kyai Kariyani karena dianggap sebagai wali yang datang diakhir-akhir,dan dalam Bahasa Cirebon Kari (Keri, Jawa) berarti paling belakang atau akhir” papar Mbak Uzi mengenalkan Pengasuh Pondok Buntet. Kyai Hasan bercerita mengenai falsafah Masjid Buntet yang dari cerita beliau merupakan miniatur Masjid Demak, diantaranya terdapat tiga lapis atap yang berarti Iman, Islam, dan Ikhsan. Juga memiliki tujuh pintu yang bisa diibaratkan tujuh pintu masuk surga, serta Shaf shalat yang berisi sembilan baris dengan kapasitas sebelas orang menadakan 99 asmaul husna.
Menjelang waktu Sholat Isya kami pulang dari Pondok Buntet menuju ke rumah saudara Kami dari KMNU UPI, Mas Arief Rizqilah untuk menikmati hidangan makan malam. Setelah pamitan, Kami kembali ke Bis yang akan mengantar perjalanan pulang ke Bintaro. Dan berakhirlah perjalanan seharian ini yang insyaAllah syarat akan makna. Aamiin ya Robbal Alamiin
BY: Meiyoung