Logo KMNU Malaysia Resmi Diluncurkan

KUALA LUMPUR – Kurang lebih setelah dua tahun eksis berdiri, KMNU IIUM (International Islamic University Malaysia) resmi bertransformasi menjadi KMNU Malaysia berdasarkan hasil Musyawarah Besar (Mubes) KMNU IIUM pada tanggal 2 April lalu.

“Konsekuensi perubahan nama ini menuntut agar dibuatnya satu logo baru yang merepresentasikan wajah baru dari lahirnya KMNU Malaysia,” kata Alfin, Senin (9/5).

Dan akhirnya perubahan logo tersebut diamini oleh segenap pengurus KMNU Malaysia kemudian disepakati sebagai logo resmi KMNU Malaysia pada sidang Pleno I (23/4). Adapun bentuk logo baru itu sebagaimana yang tertera pada gambar.

KOMPOSISI DAN KETERANGAN LOGO :

1.    Rantai Tali yang Melingkar

Melambangkang kesolidan, komitmen, serta gotong-royong dalam mengemban amanah. Warna merah putih pada rantai mempresentasikan bahwa wujud organisasi ini masih dalam satu bingkai bendera (merah putih) dan tetap tidak lupa pada pengabdian organisasi ini untuk tanah air ibu pertiwi.

2.    Dua Menara

Menggambarkan menara kembar PETRONAS yang menunjukkan bahwa organisasi ini berada di Malaysia.

3.    Tumpukan Kitab dan Buku

Melambangkan organisasi ini merupakan organisasi pelajar dan mahasiswa dalam mengekpresikan pengabdiannya yang bertumpu pada buku dan ilmu pengetahuan. Warna kuning identik dengan nuansa religi.

4.    Dua Telapak Tangan

Melambangkan kebersamaan dalam pengabdian, kekeluargaan dalam bermusyawarah, dan keterbukaan dalam organisasi.

5.    Titik Tengah Berbunga dan Sayap di Atas

Titik bunga dan bingkai segi delapan adalah lambang KMNU IIUM yang merepresentasikan cikal bakal berdirinya organisasi ini. Berawal dari titik kecil kemudian melebarkan  sayapnya menjadi KMNU Malaysia.

6.    Tulisan KMNU Malaysia dan Arab Pegon Arti KMNU

Menunjukkan nama dari organisasi KMNU Malaysia yang memiliki kepanjangan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Malaysia.

Berbicara tentang tulisan Arab Pegon, hal ini tengah menjadi bagian penting dari penulisan nama organisasi resmi disini. Mengingat di Malaysia penulisan Arab Pegon seperti ini masih sangat dipertahankan keberadaan dan keberlakuannya. “Kalau di Indonesia kita menyebutnya tulisan pegon, tapi disini mereka menyebutnya tulisan Jawi, dan pelajaran tulisan Jawi ini menjadi materi wajib di Sekolah-Sekolah Dasar di Malaysia”, papar Alfin. “Maka tidaklah heran jika di instansi-instansi Negara di kerajaan Malaysia ini, dalam penulisan nama, baik di logo instansi, lambang, atau kop surat, selalu mengikutkan tulisan Jawi-nya”, Pungkas Alfin.

*Reporter : Ahmad Aziz, Dept. Kajian dan Dakwah KMNU Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *