Komunitas Berprestasi KMNU IPB: Diskusi Kiat Sukses Juarai Pekan Kreativitas Mahasiswa

Bogor, KMNU Online

Ahad (10/4) Komunitas Prestasi (Kompres) KMNU IPB kembali mengadakan diskusi rutin. Kesempatan kali ini mendatangkan pemuda inspiratif. Beliau adalah Hendi Okta Kurniawan, mahasiswa IPB departemen Teknik Mesin dan Biosistem angkatan 49, berasal dari Blitar, Jawa Timur. Pemuda yang sering disapa Kak Hendi ini pernah menjabat  sebagai Direktur Forces IPB 2015/2016. Kak Hendy diundang untuk menyampaikan materi “Keilmiahan dalam Tulisan dan Kehidupan”.

Sebelum masuk ke materi, Kak Hendi menyampaikan suatu dalil Al-Qur’an yang artinya yaitu “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui lagi maha mengenal. ” (Al Hujuraat 13)“ Kumpul dengan anak KMNU tak lengkap jika tak menggunakan dalil,“ ujar beliau.

Setelah saling mengenal, Kak Hendi  bertanya satu per satu kepada semua anggota Kompres mengenai apa yang kalian inginkan untuk ke depan. Jawaban anggota Kompres tentunya berbeda-beda. Beliau selalu menegaskan pada teman-teman Kompres bahwa untuk tahu arah masa depan harus tahu passion dari diri kita. Jika kita sudah mengenali passion kita maka jalan ke depan mudah terarahkan dan mudah kita lalui. Beliau juga mengajarkan bahwa ketika kita berdiskusi dengan orang lain posisikan kita untuk mendapat ilmu dari lawan bicara kita dan usahakan berdiskusi yang tidak menambah masalah, namun mengarah pada solusi.

Kehangatan dalam ‘obrolan’ pun mulai terasa di saat beliau berbagi pengalaman mengenai PKM yang pernah beliau ikuti. Beliau mengatakan bahwa pastikan PKM kita itu seperti ”Tumpeng” paket lengkap yang nikmat. Karena dengan paket lengkap itulah yang bisa membawa hasil kerja kelompok menuju kejuaraan. Isna dan Qomar sebagai anggota Kompres, juga berkesempatan untuk  sharing mengenai PKM yang mereka ikuti. Kak Hendi memberikan kunci  dan tips dalam membuat PKM Gagasan Tertulis yang menarik, di antaranya:

1)      Judul harus menarik

2)      Ringkasan

3)      Tujuan

4)    Gambaran Ide

5)      Kesimpulan

Beliau juga menambahkan hal yang harus diperhatikan dalam jenis PKM lainnya yaitu lebih fokus pada metode yang dilakukan. Untuk PKM Pengabdian Masyarakat lebih menitikberatkan pada dokumentasi. Mengenai masalah publikasi beliau mempunyai strategi yaitu kenali wartawan, jika tidak ada yang kenal carilah relasi yang dapat menghubungkan kita dengan media massa. Ini merupakan cara apabila kita sudah menghasilkan suatu produk. Cara yang kedua yaitu submit tulisan kita dan kenali bagaimana tipe koran yang ada di Indonesia. Baliau juga memberikan tips agar lolos PIMNAS yaitu:

1)      Kompak

2)      Totalitas

3)      Pembagian tugas

4)      Publikasi

Diskusi yang cukup lama dan menarik berlangsung hingga sekitar pukul 10.45 WIB. Sebelum ditutup beliau mengingatkan kepada bahwa mental itu sangat penting dalam menghadapi apapun, di saat kita gagal ataupun malas kita harus tahu bagaimana cara untuk bangkit kembali. “Ketauhilah hal-hal yang kalian anggap remeh, janganlah hanya fokus terhadap mata kuliah departemen, tetapi perhatikanlah kehidupan dan alam sekitar kita,” tutur Kak Hendi. (Ima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *