Kuala Lumpur, KMNU Online
Sabtu (02/04), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama International Islamic University Malaysia (KMNU IIUM) menyelenggarakan agenda Musyawarah Besar (Mubes) yang ke-2. Acara Mubes kali ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa IIUM saja, namun turut hadir pula perwakilan mahasiswa Indonesia kader NU dari perguruan tinggi lainnya di Malaysia. Sayyidina Ustman ELqusyairi selaku perwakilan dari Universitas Tekhnologi Malaysia (UTM), Broto Wiguna selaku perwakilan dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), dan turut bergabung pula Mahfudz Arifin, perwakilan dari Universitas Terbuka (UT). Acara Mubes bertempat di ADM TR 13, Gedung utama IRK, kampus IIUM. Sebelum memulai Mubes, pra acara Mubes diisi dengan pengajian umum mingguan bersama ibu-ibu di surau Mahallah (asrama) Zubeir. Terlihat antusias ibu-ibu mengikuti rutinan tersebut. Pelaksanaan agenda Mubes dimulai tepat pukul 11.00 waktu setempat. Diawali dengan pembacaan doa dan rangkaian Surat Alfatihah diikuti dengan prakata panitia lalu dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib Mubes oleh ketua sidang.
“Saya berharap acara Mubes ke-2 kali ini membuahkan sebuah terobosan baru untuk kemajuan KMNU di Malaysia pada periode mendatang”, ungkap Ali Wafa, selaku ketua sidang.
Pembacaan tata tertib Mubes ini berlangsung hingga adzan dzhuhur berkumandang. Usai rehat sejenak dan shalat Dzuhur berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan KMNU IIUM periode 2015-2016. LPJ pun diterima dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari para peserta Mubes.
Muhammad Robi Ulfi Zaini Tohir, ketua KMNU IIUM yang didemisioner mengungkapkan bahwa perlunya merubah status nama KMNU IIUM menjadi KMNU Malaysia. Hal ini mempertimbangkan banyaknya kader KMNU di luar IIUM yang ingin ikut bergabung. Karena atmosfer pelajar Indonesia di setiap perguruan tinggi di Malaysia tidak seperti yang ada di Indonesia, lanjut Robi, terobosan ini perlu kita canangkan guna mempermudah ruang gerak. Dengan mengubah status KMNU IIUM menjadi KMNU Malaysia, diharapkan akan memperluas jaringan mahasiswa kader NU di Malaysia yang nantinya akan bernaung dalam satu wadah organisasi pelajar KMNU ini, papar Robi.
Setelah serangkaian agenda mubes terselesaikan, dan keputusan perubahan status disetujui oleh forum, tibalah saatnya pemilihan ketua. Sesuai hasil musyawarah mufakat dalam forum, panitia menetapkan saudara Nur Alfin Mubarok sebagai ketua terpilih untuk KMNU Malaysia periode 2016-2017.
“Harapan kami, perubahan status menjadi KMNU Malaysia ini akan menciptakan perpaduan yang akan mewarnai kepengurusan KMNU periode kali ini”, tegas Alfin, panggilan akrab ketua baru KMNU Malaysia yang juga pernah menjabat sebagai Koordinator Publikasi dan Dokumentasi KMNU IIUM periode 2015-2016.
“Senang sekali rasanya saya bisa ikut bergabung dalam satu wadah bersama kader-kader NU disini. Kami siap berkomitmen untuk memajukan KMNU bersama di Malaysia”, ungkap Broto Wiguna, peserta sidang yang juga mewakili suara dari mahasiswa Indonesia kader NU di UKM.
Agenda Mubes ke-2 kali berjalan lancar dan terbilang sukses tanpa ada halangan yang berarti. Acara diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama.
(Ali-Rofik, KMNU Malaysia)