Pemijahan merupakan proses pengeluaran sel telur oleh induk betina dan sperma oleh induk jantan yang kemudian diikuti dengan perkawinan. Pemijahan merupakan mata rantai dalam siklus hidup yang menentukan kelestarian kehidupan suatu spesies ikan. Proses pemijahan akan diikuti dengan proses pembuahan, embriogenesis, dan dilanjutkan dengan penetasan serta perkembangan ikan dari larva menuju ikan dewasa. Proses pemijahan pada setiap jenis ikan mempunyai kebiasaan yang berbeda tergantung pada faktor eksternal dan faktor internal.
1 Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh ikan dan mampu mempengaruhi proses pemijahan. Faktor ekternal tersebut meliputi curah hujan, suhu, tumbuhan atau substrat tempat pemijahan, ikan jantan, kualitas air, dan lainnya. Pada umumnya, di alam ikan akan memijah pada musim hujan. Hal ini dikarenakan adanya fluktuasi suhu perairan yang dapat merangsang hormon dalam tubuh ikan sehingga merangsang ikan untuk memijah. Adapun dalam kegiatan budi daya, ikan dapat memijah kapan saja dengan melakukan manipulasi lingkungan yang sesuai dengan kondisi saat ikan memijah di alam.2 Faktor internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dalam tubuh ikan dan dapat mempengaruhi proses pemijahan yang terjadi. Faktor internal meliputi kematangan gonad, ketersediaannya hormon androgen dan astrogen, serta hormon gonadotropin. Di dalam tubuh ikan, proses pemijahan terjadi dikarenakan adanya stimulus yang ditangkap oleh panca indra dan diteruskan ke hipotalamus. Hipotalamus kemudian akan memproduksi releasing hormon gonadotropin yang akan merangsang kelenjar hipofisa untuk memproduksi hormon gonadotropin dan pada akhirnya akan dialirkan darah ke testis dan ovarium kemudian merangsang gonad untuk membentuk hormon steroid yang menjadi mediator proses pemijahan.
Prosedur Pemijahan Ikan Lele (Clarias sp.)
Persiapan Wadah
Wadah pemijahan berupa kolam beton dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dikeringkan selama 1 hari dan dicek kondisi kolam ada yang bocor atau tidak. Setelah itu kolam diisi air dan kakaban (tempat melekatnya telur ikan lele) diletakkan dan ditata rapi di dalam kolam.
Seleksi Induk
Indukan lele yang digunakan adalah indukan yang sudah matang gonad dan siap untuk dipijahkan. Induk betina yang siap memijah dicirikan dengan bagian perutnya yang membuncit karena terisi telur atau dapat dilakukan pengecekan menggunakan kateter, sedangkan pada jantan dicirikan dengan bagian papilanya (alat kelamin) yang berwarna kemerahan.
Cara membedakan jenis kelamin ikan dapat dilakukan melalui ciri kelamin primer dan ciri kelamin sekunder. Ciri kelamin primer dari ikan lele jantan yaitu alat kelamin jantan berbentuk runcing dan memanjang. Kantong sperma (testes) berjumlah 2 buah yang berbentuk pipih memanjang serta berwarna putih. Pada ikan lele betina, ciri kelamin primer ditunjukkan dengan bentuk alat kelamin yang bulat (oval) dan mempunyai kantong telur (ovarium) sebanyak 2 buah (Mahyuddin 2007). Adapun ciri kelamin sekunder pada lele jantan, warna badan yang dimiliki lebih gelap, mengeluarkan sperma apabila diurut, kepala lebih pipih, alat kelamin terlihat meruncing, dan gerakannya aktif. Pada ikan lele betina, memiliki ciri badan yang lebih cerah, alat kelamin dekat dengan sirip berbentuk bulat menonjol dan berubang, bentuk kepala cembung, dan gerakannya relatif lamban (Agro Media 2007).

Gambar1. Alat kelamin lele betina (a), Alat kelamin jantan (b),
Ovarium (c), dan kantong sperma (d).
Pemijahan
Proses pemijahan dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pemijahan secara alami, pemijahan secara semi alami, dan pemijahan secara buatan. Pemijahan alami dilakukan dengan cara menyatukan induk jantan dan betina yang sudah matang gonad ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Pemijahan secara semi alami dilakukan dengan cara memberi rangsangan berupa hormon yang disuntikan ke tubuh induk jantan dan betina sebelum dimasukan ke dalam wadah pemijahan. Pemijahan secara buatan dilakukan dengan cara ikan diberi rangsangan berupa suntikan hormon, kemudian ikan di masukkan ke dalam kolam yang terpisah antara jantan dan betina. Setelah kurang lebih 7-8 jam dari waktu penyuntikan, ikan di keluarkan dan gonad jantan dan betina diambil dan dibuahi secara manual di dalam wadah berupa mangkok atau lainnya.
Berikut ini merupakan tabel fekunditas atau banaykanya telur yang terdapat dalam 1 kg ikan lele.
Tabel1. Fekunditas Ikan lele Clarias sp.
| Spesies | Perlakuan | Fekunditas Literatur (butir/kg) | Sumber
literatur |
| Ikan Lele Clarias sp. | Alami | 20000-60000 | (Suyanto 2007) |
| Semi alami | 4.000-60.000 | (Utomo 2006) | |
| Buatan | 60.000 | (Gufran 2010) |
Oleh Ahmad Mukhlis Hidayat
Referensi:
Agro Media, Redaksi. 2007. Lele Ikan Berkumis Paling Populer. Jakarta: AgroMedia.
Mahyuddin, Kholish. 2007. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Jakarta: Penebar Swadaya
Suyanto,Rachmatun.2007. Budidaya Ikan Lele (ed. Revisis).Jakarta:Niaga Swadaya
Suyanto, S.Rachmatun. 2008. Budidaya Ikan Lele. Jakarta: Penebar Swadaya.
Utomo D S C. 2006. Efektivitas aromatase inhibitor melalui perendaman pada larva ikan lele sangkuriang, Clarias sp., yang berumur 0,2, dan 4 hari setelah menetas. Skripsi. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institutt Pertanian Bogor. Bogor