Rayakan Harlah Pertama, KMNU UNDIP Helat Seminar Nasional

Semarang, KMNU Online

Sabtu (28/11), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Diponegoro (KMNU UNDIP) menyelenggarakan Seminar Nasional bertempat di Hall Gedung C lantai 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP. Tema yang diusung yaitu “Meneladani Keulamaan Pangeran Diponegoro untuk Menjadi Insan Cerdas dan Berkarakter”. Seminar ini dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro, yaitu Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum, K.H Abu Hafsin (Ketua PWNU Jawa Tengah), Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si.,Ph.D. (Ketua Banser Jawa Tengah), dan juga  para pembicara yang luar biasa, yaitu Ki Roni Sodewo (Keturunan Generasi ke-7 Pangeran Diponegoro) , Prof. Dr. Wasino, M. Hum (Guru Besar Sejarah UNNES), dan K.H M. Sam’ani Khoiruddin S.Ag. (Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu).Selain itu, turut hadir pula teman-teman dari KMNU lain, di antaranya KMNU UIN Sunan Kalijaga, KMNU UGM, KMNU UII, dan KMNU UNY.

Seminar ini diawali dengan penampilan Rebana Diponegoro University (Ready). Pukul 08.00, seminar ini dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat Suci Al-Quran oleh Armila Ernisa Zulfa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan oleh ketua KMNU UNDIP (Muhammad Syaifudien Bahry), ketua PWNU Jawa Tengah (K.H. Abu Hafsin), serta rektor Universitas Diponegoro (Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum).

Menginjak pukul 09.00, Seminar Nasional dengan tema “Meneladani Keulamaan Pangeran Diponegoro untuk Menjadi Insan Cerdas dan Berkarakter” dimulai dengan Heri Afiq Maulana dan Mega Ariyanti bertindak sebagai moderator. Pembicara pertama yaitu Ki Roni Sodewo yang merupakan keturunan generasi ke-7 Pangeran Diponegoro. Beliau memaparkan tentang perjalanan hidup Pangeran Diponegoro mulai dari keluarga hingga perjuangan beliau mempertahankan tanah air. Pangeran Diponegoro mempunyai 8 istri dan 22 putra/putri. Sampai akhirnya Pangeran Diponegoro ditawan dan dibuang ke pengasingan, tercatat masih memiliki empat isteri yaitu RA. Retnadewati, R.A Ratnaningsih, R.A Retnokumolo, dan R.A Retnaningrum. Dari empat istrinya tersebut, hanya R.A Ratnaningsih yang akhirnya mengikuti Pangeran Diponegoro dalam masa pengasingan. Hal yang dapat ditedalani  dari Pangeran Diponegoro adalah sosok beliau yang sangat menginspirasi dan meninggalkan warisan idiologi yang layak untuk disebarkan sebagai kebaikan. Selain itu karakter jujur, tegas, berani, dan bijaksana erat melekat pada sosok beliau.

Pembicara yang kedua adalah Prof. Dr. Wasino, M. Hum. Beliau memaparkan tentang sisi sejarah keislaman Pangeran Diponegoro. Dimana perang hanyalah sebuah sarana untuk melakukan perubahan menegakkan tatanan sosial yang berlandaskan ajaran agama islam. Oleh karena itu, nilai-nilai keislaman menjadi dasar dalam perlawanannya. Selain itu, Pangeran Diponegoro merupakan tokoh inspiratif dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pembicara yang ketiga adalah K.H M. Sam’ani Khoiruddin S.Ag. “Pangeran Diponegoro merupakan sosok yang sangat pantas untuk diteladani. Salah satu contoh nyatanya terlihat pada santri/santriwati Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu. Pada siang hari mereka menjadi santri Pangeran Diponegoro sedangkan malam harinya menjadi santrinya mbah Galang Sewu”, tutur K.H M. Sam’ani Khoiruddin S.Ag. Jadi, tidak hanya urusan dunia saja yang dikejar, akan tetapi urusan akhirat juga adalah lebih utama.

Usai sesi seminar, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Para peserta sangat antusias dengan Seminar Nasional ini. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan hiburan oleh penampilan grup Rebana Diponegoro University (Ready). Acara  ditutup dengan doa dan foto bersama. (Siti Hasanah/ el Naomiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *