KMNU IPB adakan Kirab Peringatan Hari Santri Nasional

Bogor, KMNU Online

Momentum Hari Santri Nasional pada 22 Oktober yang baru saja disahkan oleh Presiden Republik Indonesia lalu tidak disia-siakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB). Selepas sholat Maghrib, serombongan anggota KMNU IPB yang didominasi oleh angkatan baru berkumpul di depan Gedung Common Class Room (CCR) untuk kemudian melakukan kirab sepanjang jalan hingga berhenti di pelataran Gladiator, Taman Rektorat kampus IPB Darmaga. Tak kurang dari 70 orang santri KMNU IPB memeriahkan kirab ini. Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif teman-teman KMNU IPB angkatan 52 yang diketuai oleh Muhammad Ghiyas.

“Acara ini terinspirasi dari kirab yang dilakukan warga sekitar kampus saat merayakan tahun baru Islam 1 Muharram lalu dan bertujuan untuk wadah silaturahmi,” ujar Ghiyas. Acara kirab ini dimulai dengan pembukaan dan disambung langsung dengan kirab dan ditutup dengan istighosah bersama. Lantunan sholawat tak henti mengiringi selama kegiatan kirab berlangsung.  

Pengurus KMNU IPB bangga dan mengapresiasi ide kreatif yang dilakukan oleh anggota-anggota baru KMNU IPB tersebut dalam merayakan Hari Santri Nasional. Pasalnya, dari perencanaan dan pelaksanaan kirab, semua dilakukan oleh angkatan 2015 yang baru dilantik menjadi anggota tetap KMNU IPB pada 11 Oktober lalu. “Tidak pernah terpikir sebelumnya oleh pengurus, luar biasa,” ungkap Ketua KMNU IPB, Hasan Bisri.

Setibanya di Gladiator, Taman Rektorat IPB Darmaga, rombongan kirab istighosah dan doa bersama. Setelah itu, formasi huruf “KMNU” yang dibentuk oleh para peserta kirab menjadi hal yang berkesan dalam kegiatan ini, ditambah lagi lantunan gema lagu Ya Ahlal Wathan semakin menambah semangat para santri di bumi IPB ini untuk terus berdakwah melestarikan tradisi aswaja.

Salah satu peserta kirab, Desi, mengungkapkan senang mengikuti acara itu dan berharap KMNU bisa semakin menumbuhkan jiwa kekeluargaannya. Kemeriahan malam kirab Hari Santri Nasional itu ditutup dengan doa dan santap gorengan bersama. Kebangkitan santri untuk negeri. Semangat KMNU!!! (Kominfo KMNU IPB/ el Naomiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *