Cianjur, KMNU Online
Salah satu perlombaan yang diadakan oleh KMNU dalam event Nahdlatul Ulama Science and Cultural Art (NU-santara) 2015 adalah Lomba Cipta Mars (LCM) KMNU. Tahapan lomba telah dilaksanakan sejak bulan Juni hingga Oktober ini. Pengumpulan karya dari para peserta ditutup pada tanggal 16 September lalu dan berhasil menjaring lima karya yang selanjutnya masuk ke tahap penjurian oleh dewan juri.
Penilaian dilakukan oleh tiga orang dewan juri, di antaranya Bapak Zastrow Al-Ngatawi (Budayawan dan Ketua Umum Lesbumi 2005-2015), Bapak Agus Dwi Prodo (Guru Kesenian SMAN 1 Slawi), dan Bapak Eko Rusli (Anggota MPO KMNU Pusat). Melalui penilaian ketiga dewan juri tersebut, terpilihlah dua karya terbaik yang memperoleh nilai tertinggi yaitu karya Ferdy Azmal (tim) dari Universitas Gadjah Mada dan Pujo Adi Saputro (tim) dari Universitas Brawijaya. Kedua karya ini selanjutnya akan disowankan terlebih dahulu sebelum diputuskan pemenang tunggalnya kepada seorang ulama ahli dalam bidang ilmu syair yaitu KH. Fuad Affandi, Bandung.
Tidak seperti perlombaan pada umumnya yang hanya mengandalkan penilaian dari dewan juri saja, penentuan pemenang Lomba Cipta Mars ini berbeda. Karya yang nanti akan dijadikan sebagai identitas KMNU harus melalui proses istikhoroh dari Kyai agar berkah nantinya. Berikut ini adalah hasil akhir penilaian lomba dari ketiga dewan juri:
| No | Nama | |
| 1 | Ferdi Azmal | |
| 2 | Adi Pujo | |
| 3 | M. Dliyyauddin | |
| 4 | Dwi Wahyudi | |
| 5 | M. Athaaillah |
Panitia sangat mengapresiasi semua peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. Semua karya yang telah masuk merupakan karya terbaik yang dimiliki oleh KMNU. Namun, sebagai mana sebuah perlombaan yang mengharuskan memilih satu terbaik di antara yang terbaik. Semoga hasil ini tidak menyurutka nsemangat para peserta untuk terus berkarya. Selamat kepada dua karya terbaik yang telah terpilih dan jangan menyerah bagi para peserta yang belum berhasil dalam perlombaan ini. Terus berkarya dengan nada dan suara! Semangat KMNU!!! (Agustina Fauziah/ el Naomiy)