Akulah Manusia

Oleh: Rizal Karyadi*

Akulah manusia

Yang hanya bisa terdiam dan berharap

Yang selalu dalam kebingungan

Untuk memilih,

Berlari atau berhenti

Bersuara atau diam

Bergerak atau mati,

Jutaan kata tumpah ruah dalam kepalaku

Satu sama lain saling bersaing untuk menguasai,

Tanganku, kakiku, mataku, bahkan mulutku

Mulutku yang keluarkan kata-kata

Kata-kata yang meracuni diriku

Diriku, bukan tubuhku

Ruhku, bukan jasadku

Tubuhku yang bisa pandang

Ruhku yang hanya bisa kurasakan

Dan rasa itu yang sering kulupakan

Rasa yang ada di hati

Fitnah yang terus menerus diproduksi

Kata-kata yg terus dibuat untuk menyakiti

Berpadu indah dengan nafsu,

Yang terus menerus menari,

Mengajak diri,

Pergi,

Sepi,

Mati

Ruh in Ya Allah,

Darimu

Jasad ini Ya Allah,

Milikmu

Akulah manusia

Dan kau lebih tahu itu

*Anggota KMNU Universitas Gadjah Mada

Puisi ini dibuat untuk merefleksikan bagiaman manusia yang semakin tersesat  dengan jutaan kata-kata  dalam fikiran yang  perlahan menjadi membingungkan, menekan diri hingga memercikkan api permusuhan, serta penyesalan puncak dalam diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *