Malaysia, KMNU Online
Idul Fitri adalah ajang untuk mempererat silaturahmi antar saudara, kerabat, kolega dan terutama sesepuh. Syawal 1436 H ini merupakan lebaran pertama KMNU Malaysia mengadakan daurah silaturahim ke para tokoh NU yang berdomisili di Malaysia, terutama yang tinggal di sekitar ibu kota Kuala Lumpur. Acara ziarah tokoh NU Malaysia ini selain bertujuan untuk menjaga
hubungan baik antara mahasiswa dan tokoh masyarakat NU, juga agar tercipta jalinan hubungan batiniyah antar warga Nahdliyyin di Malaysia. Dalam bersilaturahim, KMNU Malaysia selalu meminta nasehat serta doa dan restu agar dilancarkan dalam belajar dan berorganisasi.
Pada minggu pertama, KMNU Malaysia mengadakan silaturahim dengan beberapa tokoh NU di Malaysia. Silaturahim di antaranya dengan Rais Syuriyah PCINU Malaysia, Kyai Liling Sibromilisi. Dalam suasana silaturahim, beliau berpesan agar dalam berkhidmah di manapun selalu menanamkan keikhlasan, dan hanya bertujuan untuk *li ila’I kalimatillah*. Karena jika dalam belajar, maupun berorganisasi tanpa disertai niat yang benar dan ikhlas, dalam perjalanannya tidak akan mendapatkan keberkahan.
Ziarah Tokoh Nahdliyyin KMNU Malaysia dilanjutkan ke kediaman Ketua Tanfidz PCINU Malaysia, Ustadz Marhadi Marzuki, MA. Selain mengunjungi Ustadz Marhadi, KMNU Malaysia juga menemui sejumlah tokoh NU di kediamannya masing masing, e.g., Ustadz Abdul Barie, M.Eng, Ustadz Amin Fadhillah, M.A, dan Ustadz Mislachuddin. Kami juga sempat menerima Dr. Syafiq Hasyim, Mantan Rais Syuriyah PCINU Jerman yang sedang berlibur bersama keluarga di Malaysia. Silaturahim KMNU minggu pertama ini selain masakan Hari Raya yang bias kami nikmati, rombongan juga diberikan motivasi agar lebih istiqomah
dalam belajar. “tetap semangat dan tekun dalam mencari ilmu. Perjuangan masih panjang.” Pesan Dr. Syafiq kepada perwakilan rombongan.
Pada minggu kedua, acara ziarah tokoh Nahdliyyin Malaysia dilanjutkan ke kediaman Pak Ismail Ja’far Bilal, warga Nahdliyyin Malaysia asal Pulau Bawean, Indonesia, Pak Basori, warga Nahdliyyin asal Gresik, Pak Sahrowardi, yang termasuk golongan awal berdirinya PCINU Malaysia, dan diakhiri di kediaman Pak Sairi Wamdi asal Pulau Bawean yang telah lama menetap di Malaysia. Di sesi kedua silaturahim KMNU Malaysia ini rombongan mendapatkan suntikan semangat agar tak patah semangat dalam berproses, belajar, dan berusaha mendapatkan kejayaan, walaupun jauh dari sanak saudara di tanah air. “Dalam hidup, kita wajib memiliki bendera, karena itulah yang akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak. Dalam ber-NU, kalian tak boleh lengah dalam belajar dan terus berjuang, walaupun jauh dari tanah air.” Nasehat Pak Sahrowardi yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Silaturahim KMNU akan dilanjutkan lagi pada minggu minggu selanjutnya, meski anggota KMNU Malaysia sudah memasuki masa kuliah semester pendek. Salah satu yang membuat KMNU Malaysia semangat dalam menyambung silaturahim ini adalah perlunya menjaga tradisi ke NU an, meniti sejarah sebagai bahan pelajaran, dan menghubungkan hati agar selalu berkelindan dalam melaksanakan taawanu ‘ala al-birri wa at taqwa. (Ighfar Arsyad/KMNU
Malaysia)