Kartini, Sebuah Prolog Perjuangan Kaum Hawa

Kartini lahir tak serupa percikan cahaya, dialah obor  yang menyulutkan bara Kartini bukan hanya symbol emansipasi wanita, dialah pembaharu peradaban bangsa Gagas dan idenya terus menerus diagungkan Demi manusia, demi kebangkitan kaumnya Nuranilah penuntunnya Tetap teguh ia berjalan, meski belenggu adat masih saja memberatkan Kartini tampil selamatkan kaumnya yang terlilit ketertindasan Dia hadir tuk mengangkat kita dari jahil dan kebutaan “Min adz-dzulumaati ilaa an-nuur” Seberkas cahaya mulai tampak nyata Kartini bahagia memainkan perannya sebagai guru muda Menuntun para putrid bangsa keluar dari lorong kegelapan yang menyeramkan Hingga akhirnya hari itu tiba Sebuah sangkar emas siap menanti kedatangannya Sedari dulu, menjadi dewasa adalah hal yang (memang) paling ia benci Sebab masa itulah yang akan merenggutnya dari pusaran mimpi Kembali, ia terbelenggu oleh adatnya sendiri

Read More