KEKARSANI: Keteladanan Kartini Masa Kini

Dunia itu adalah sebagai suatu hiasan, dan sebaik-baiknya hiasan dunia adalah wanita yang baik (sholihah) (HR. Muslim), (An –Nur 24:31). Wanita adalah tiang negara apabila suatu negara wanita di dalamnya baik akhlaknya maka negaranya pun akan baik dan apabila wanita di dalamnya rusak akhlaknya maka negaranya pun akan rusak.  Begitulah pentingnya sosok seorang wanita tidak hanya untuk keluarga namun untuk negara dan agamanya juga.

Siapa yang tidak mengenal Raden Ajeng Kartini? Beliau merupakan pahlawan pelopor wanita pribumi,  yang lahir 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah dan meninggal pada 17 September 1904 di kota Rembang, Jawa Tengah. Kartini merupakan sosok wanita yang mengedepankan ilmu, akhlak, dan amal, yang sangat patut untuk diteladani kepribadiannya. Kartini merupakan sosok yang sangat merakyat. Sosok wanita yang sangat santun terhadap siapapun. Walaupun beliau adalah putri seorang bangsawan, namun beliau tidak suka jika diagung-agungkan. Kartini merupakan sosok wanita yang pengasih, beliau sangat tulus mengasihi keluarga, anak, kedua orang tuanya, dan ratkyatnya.

Seringkali Kartini berbeda pendapat dengan orang tuanya, namun Kartini tetap birul walidain terhadap orang tuanya, ditunjukkan pada saat Kartini disuruh untuk menikah, dia mau melaksanakan perintah orang tuanya walaupun sebenernya ia masih ingin melanjutkan sekolahnya untuk meraih cita-citanya. Namun ini bukanlah akhir perjuangan RA Kartini. Dengan sifat rajin, optimis, dan selalu melihat ke depan, setelah menikah beliau merintis cita-citanya. Beliau kerap berkirim surat pada  sahabat- sahabatnya yang ada di luar negeri untuk menjaga silaturahmi. Beliau yakin bahwa apa yang dicita-citakan akan tercapai. Kartini merupakan sosok yang sangat sederhana, walaupun dari kalangan bangsawan..

Keteladanan seperti itulah yang patut dicontoh untuk wanita-wanita modern masa kini atau “Kartini Masa Kini”. Wanita modern bukanlah orang yang muncul di televisi dengan gaya busana trendy yang terbuka. Namun wanita modern masa kini adalah wanita yang hidup di era moderenisasi.

Wanita sekarang tidak seperti wanita di zaman dahulu yang dibatasi arah geraknya. Derajat wanita sekarang sama dengan derajat laki –laki. Di era sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Kartini Masa Kini sudah banyak sekali mengambil peran menuju perubahan yang lebih baik. Wanita sekarang yang membidangi suatu pekerjaan dia tidak tanggung–tanggug dalam mengambil posisi. Tak sedikit kita jumpai wanita saat ini tampil sebagai pemimpin, baik pemimpin suatu negara maupun menteri. Namun predikat yang disandang seorang wanita tidak serta merta menghilangkan predikat utama sesuai kodratnya, yakni tanggung jawab seorang wanita sebagai istri dan ibu.

Kartini Masa Kini dalam menghadapi dunia harus cerdas, memiliki intelektualitas tinggi yang  bisa  diamalkan untuk diri sendiri dan orang lain serta memiliki wawasan luas agar tetap dihargai dan dihormati. Kartini Masa Kini tidak hanya cukup harus memiliki intelektualitas yang tinggi namun harus memiliki keindahan akhlak. Akhlak dalam berbicara, akhlak dalam berbusana, dan akhlak dalam bertingkah laku.

Hal ini yang harus diteladani oleh Kartini Masa Kini dari sosok seorang RA. Kartini.  Seorang wanita tidak hanya cerdas dalam pemikiran namun harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan dalam berpikir, bertutur, dan bertindak. Karena “seorang anak yang akhlaknya rusak masih bisa diperbaiki menjadi baik asal mendapatkan pengasuhan soerang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya akan melahirkan generasi yang rusak akhlaknya. Selamat hari Kartini. (Mamluatun Nurrohmah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *