Dalam kesempatan berharga tersebut, Kiai taufiq mengatakan bahwa Indonesia yang kelihatan aman-aman saja saat ini sedang dihadapkan dengan kondisi yang darurat. “Indonesia sedang darurat utama di lima hal, yakni darurat narkoba-miras, darurat radikalisme, darurat korupsi, darurat seks bebas-gay-lesbian, dan darurat tawuran,” ungkap beliau dengan serius.
“Kondisi ini sangat menghawatirkan bila kita tidak mencegah dan menanggulangi permasalahan ummat ini, mengingat sudah meluas di banyak tempat dan generasi” imbuhnya. Beliau menjelaskan dengan rinci penyebabnya, dan salah satunya adalah karena ketidaktahuan masyarakat tentang bahaya kemaksiatan tersebut baik dari segi negara maupun utamanya segi agama.
“Coba lihat kurikulum anak sekolah sekarang. Apa ada satu materi yang menerangkan bahaya 5 hal tersebut di sekolah, dari sejak kecil?” tanya beliau kepada kami. Untuk itu, penemu metode baca kitab kuning cepat yang terkenal dengan nama “Amtsilati” ini mengajak KMNU sebagai perwakilan mahasiswa untuk turut serta dalam penanggulangan lima hal tersebut. Beliau menciptakan 5 buku seri berjudul “Syifa’ul Ummah”, yang isinya beliau karang sendiri dengan metode nadhoman/syair, dalam tiga bahasa (Jawa, Indonesia, dan Inggris), disertai dengan penjelasan, ayat Qur’an dan Hadis nabi yang berkaitan dengan materi tersebut. Beliau berharap KMNU bisa turut mengambil andil untuk menyebarkan buku tersebut.