Es Teh Manis Melukis Pukis
Angkringan Jogja malam ini sepi, Bukan seperti tak berpenghuni, Melainkan angin semilir tak suka, memainkan anak rambut para pekerja cinta. (ia lebih suka rambut pekerja serabutan katanya) “Lalu kemana orang-orang?” Tanya es teh kepada yang lain (Nampaknya dia kasian Kepada angin yang berhembus sendirian), Tapi gelas tak menjawab, Tempe mendoan malah sibuk berdoa, Tahu bakso…