Kuncup Bunga Harapan (Chapter 4)
“Apakah itu benar Dam?” tanya Agus. “Iya Gus, maaf tidak bilang sebelumnya”. Agus membantunya duduk di kursi. Dia membenarkan posisi kaca matanya yang hampir jatuh tadi, lantas kembali bertanya kepada Adam. “Sebenarnya ada apa kawan? Aku ingin kita baikan seperti sedia kala. Belajar bareng, makan bareng, semua terasa damai”. “Hufft.. aku tidak menyangka teman-teman Andini…