Sandal yang Tertukar
Malam itu, seperti biasanya kami menjalankan rutinitas pondok yang tertib. Adzan Maghrib terdengar dari langgar, tanda kami harus segera bergegas menuju ke sana. Telat sedikit saja, bisa rotan sebagai imbalan yang kami terima. Berlari kecil sambil ‘mencincing’ sarung yang selalu ‘ngeper’. Setelah prosesi jamaah Maghrib ini selesai, setoran Al Quran harus diantrikan pada mudaris yang…