Untukmu Permataku
Wahai kau yang terbuai mimpi, semoga mimpimu indah Esok bangunlah kembali, tebarkan senyummu Supaya hati ini tenteram, supaya jiwa ini tenang Mungkin kau berpikir alangkah lancangnya diriku ini Apa dayaku? Aku, seseorang yang hanya sanggup memandangmu dari jauh Yang tengah terluka oleh tusukan pedang, yang bekasnya pun masih tersisa Hanya mampu melemparkan seutas senyum…