Sembahyang Senja
Di sudut ruang sempit, selembar tikar tergelar. Di atasnya bersemayam sebuah buku tebal yang senantiasa sunyi, sepertinya kitab suci. Dalam ruangan yang agak gelap itu, ia terbiasa menyendiri . Dari pagi hingga senja menghilang. “Saya harus rajin sembahyang, Tuan”