KMNU Malaysia Turut Sukseskan NLC 2016

Bandung, KMNU Online

Sebagai salah satu bagian dari regional 1 KMNU Nasional, KMNU Malaysia mengikuti Nusantara Leadership Camp 2016 yang diselenggarakan Departemen Nasional 5 KMNU Nasional di Bandung pada 14-16 Oktober lalu. Dengan mengirimkan 6 delegasi, rombongan berangkat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Bandara Internasional Husein Kartanegara, Bandung pada Jumat pagi waktu setempat.  Disambut oleh udara Kota Bandung yang sejuk, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pondok Pesantren Nurul Huda yang terletak di tengah-tengah perbukitan Ciumbeleuit, Bandung bagian utara.

Pondok Pesantren Nurul Huda yang dipimpin oleh KH. Muhammad Mansyur memang sudah tidak asing lagi bagi Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama. Pondok pesantren yang benar-benar tidak membebankan biaya sepeser pun bagi santri-santrinya telah menjamu keluarga mahasiswa NU sebanyak tiga kali. Musyawarah Nasional KMNU II Januari lalu juga diadakan di Pondok Pesantren ini. Hal ini diakui sendiri oleh Kyai Mansyur dalam sambutan pembukaan NLC 2016. “Kami sangat senang apabila Keluarga Mahasiswa NU mengadakan acara di pondok kami ini. Semoga acara ini bukan acara terakhir yang diadakan di sini,” tutur beliau.

Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan yang melibatkan lebih dari seratus peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Delegasi dari KMNU Malaysia terbagi untuk mengikuti pelatihan yang berbeda. Alfin dan Ighfar mengikuti pelatihan IT dan Jurnalistik, serta Farridan dan Tamam mengikuti pelatihan Kajian dan Dakwah. Kedua pelatihan tersebut diadakan di Masjid Salman ITB yang berjarak sekitar 7 km dari Pondok Pesantren Nurul Huda. Adapun Ibnu Kholdun dan Ahmad Faruq didelegasikan untuk mengikuti pelatihan Keuangan dan KMNU Sharing di salah satu aula pondok pesantren. “Kami belajar banyak dari pelatihan keuangan ini. Harapan saya, semoga dapat mengimplementasikan ilmu dan ide-ide segar di KMNU Malaysia,” ujar Ibnu Khaldun. Di sisi lain, Alfin dan Ighfar sebagai delegasi pada pelatihan Jurnalistik dan IT sedang merancang website KMNU Malaysia untuk pengembangan dakwah KMNU Malaysia.

Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, NLC 2016 dilanjutkan dengan seminar nasional yang diadakan di ruang utama Masjid Salman ITB. Menghadirkan KH. Abdul Chobir, direktur STT Cipasung, KH. Alawi Nurul Alam Al Bantani, Kontributor LTM PBNU, serta Iip Dzulkifli Yahya, seorang penulis dan peneliti. Seminar yang bertajuk “Aktualisasi Peran Mahasiswa NU dalam Pembangunan Moral Bangsa dan Bela Negara” ini menutup seluruh rangkaian acara NLC 2016.

Setelah acara ditutup secara resmi, rombongan KMNU Malaysia pun kembali ke negeri jiran dengan berbekalkan berbagai ilmu. Besar harapan, NLC 2016 akan mendulang kesuksesan bagi KMNU Malaysia ke depannya. Kegiatan ini semata-mata untuk menumbuhkan semangat juang dan memberi bekal kemampuan pada mahasiswa terkhusus kader KMNU Malaysia dalam menghadapi medan dakwah yang kian deras arusnya. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia NLC 2016, Presnas, serta Regional I KMNU Nasional yang telah berupaya menyukseskan acara ini. Banyak manfaat yang didapat, terlebih rasa senang berkumpul dengan keluarga besar mahasiswa NU. Kami meminta maaf jika banyak merepotkan selama mengikuti kegiatan,” pesan Alfin Mubarok, Ketua KMNU Malaysia. Mari kita sukseskan NLC 2016 Regional II KMNU yang diadakan di Yogyakarta, 4-6 November 2016 nanti. Semoga KMNU dapat memimpin peradaban Bangsa Indonesia, Jayalah KMNU, Jayalah Indonesia.(Ighfar/el Naomiy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *