Jatinangor, KMNU Online
Rabu (12/10), Masjid Muktarul Ulum, desa Cikeruh sore itu dipenuhi dengan diselenggarakannya acara “Muharram Ceria”. Acara ini diinisiasi oleh 3 organisasi mahasiswa Islam kampus Universitas Padjadjaran yakni Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Padjajaran, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII Unpad). Tak kurang dari 100 orang jamaah hadir dalam acara tersbut. Para kader ketiga organisasi, jamaah Masjid Mukhtarul ulum, dan anak-anak yatim piatu berbaur memenuhi masjid. Anak-anak tersebut merupakan anak didik Kelompok Indonesia Mengaji dan Riyadul Jannah, sekumpulan anak-anak yatim piatu yang menjadi binaan rekan-rekan HMI dan PMII.
Acara Muharram Ceria berlangsung dari selepas sholat Ashar, pukul 16.00 waktu setempat. Dalam acara tersebut terdapat beberapa kegiatan di antaranya pengajian dengan tema “Makna Hijrah dalam Islam” yang diisi oleh KH. Erwin Gutawa. Beliau adalah pengasuh Ponpes Al-Falah Cileles, Jatinangor. “Saya snagat bangga dan mengapresiasi ide dan program para mahasiswa yang tergabung dalam KMNU Padjajaran, PK PMII Unpad, dan HMI ini,” ujar beliau dalam sambutannya. Beliau menuturkan makna hijrah dengan pendekatan secara historikal hingga hijrah di era modern ini. Selain pengajian, Muharram Ceria ini juga diiisi dengan Santunan anak yatim kepada adik-adik binaan Kelompok Indonesia Mengaji dan Riyadul Jannah.
“Acara ini diadakan dalam rangka memperingati peristiwa 10 Muharram yang memiliki banyak peristiwa penting dalam Islam bahkan Rosulullah SAW menganjurkan kita untuk puasa sunnah di hari tersebut, untuk itu kami memilih tanggal tersebut sebagai pengabdian kami kepada masyarakat khususnya kepada anak yatim,” tutur ketua pelaksana kegiatan ini yang juga menjabat sebagai ketua umum KMNU Padjajaran. Sementara menurut salah satu kader PMII yang menghadiri acara tersebut, Ulwan, mengungkapkan, “Acara yang bagus yang dapat menginspirasi untuk bisa berbagi.” Semoga dengan terlaksananya acara Muharram Ceria ini menjadi momen ukhuwah Islamiyah tiga organisasi islam yang sama-sama lahir di Indonesia yang menonjolkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Ari Agustian/ el Naomiy)