Martabat Guru
Wahai guru masa kecilku
Kau mengajariku berhati besar, meski jemari dan tanganku mungil
Apalagi memegang manusia, pensil pun ku tak kuasa
Satu tahun tak cukup membuat indah tulisanku,
Wahai guru masa remajaku
Kau tunjukkan langkah pasti
Meski tak jauh ku melangkah, pun tersandung-sandung
Kau melihat dengan hati, sedangku melihatmu dengan mata benci
Tak layaknya laku kami, tak membuat asa mu terhenti
Bahkan tak jarang kuhinakan diriku, tanpa ingat petuahmu
Wahai guru hidupku
Lebih tak elok lagi bagiku, jikalau disisa hidup ini
Aku tak mengenangmu
Aku tak ingat padamu
Atau sedetik saja ku tak menyebut namamu
Begitu malang nasib negeri
Hingga tak ada harga diri
Siapa saja yang melupakan jasa guru,
Tak ada tempat untuk dirinya, dan semua keturunannya
Hari ini, guruku, martabatmu ditinggikan..
Image source : google.co.id