Tanya Jawab Agama: Perbedaan Mani, Madzi, dan Wadhi

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr. wb.

Bagaimana membedakan antara mani, madzi, dan wadi? Bagaimana cara bersuci dari hal-hal tersebut?

Jawaban :

Wa’alaikumussalam wr.wb.

Semoga Anda dan keluarga senantiasa dalam lindungan dan petunjuk Allah Tuhan semesta alam. Terima kasih atas pertanyaan yang Anda ajukan. Pertanyaan Anda sangat bagus dan patut diketahui jawabannya bagi setiap muslim. Adapun jawaban kami adalah sebagai berikut.

Wadi adalah cairan kental berwarna putih yang keluar setelah buang air kecil dan hukumnya najis tanpa ada perbedaan, berkata Sayyidah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha :

æÃãÇ ÇáæÏí ÝÅäå íßæä ÈÚÏ ÇáÈæá ÝíÛÓá ÐßÑå æÃäËííå æíÊæÖà æáÇ íÛÊÓá.

“Adapun wadi terjadi setelah buang air kecil, maka jika terjadi hendaknya membasuh kemaluannya dan berwudlu serta tidak perlu mandi wajib”

Madzi adalah cairan putih yang biasanya keluar ketika menghayal tentang jima’ atau terangsang, keluar dalam keadaan seseorang tidak sadar, bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan namun lebih banyak terjadi pada perempuan, dan hukumnya najis menurut kesepakatan ulama namun jika mengenai tubuh wajib membasuhnya.

Úä Óåá Èä ÍäíÝ ÑÖí Çááå Úäå ÞÇá: ((ßäÊ ÃáÞì ãä ÇáãÐí ÔÏÉ æÚäÇÁ¡ æßäÊ ÃßËÑ ãä ÇáÅÛÊÓÇá¡ ÝÐßÑÊ Ðáß áÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã¡ ÝÞÇá íßÝíß Ãä ÊÃÎÐ ßÝÇ ãä ÇáãÇÁ ÝÊäÖÍ Èå ËæÈß ÍíË ÊÑì Ãäå ÞÏ ÃÕÇÈ ãäå)) ÑæÇå ÃÈæ ÏÇæÏ æÇÈä ãÇÌå æÇáÊÑãÐí.

“Dari Sayyidina Sahl bin Hunaif radliyallahu ‘anhu ia berkata : Aku sering keluar madzi sehingga banyak mandi, lantas kuceritakan hal itu kepada Rasulullah saw, maka beliau pun bersabda cukup bagimu mengambil air secukupnya kemudian bersihkan dengan air tersebut bagian bajumu yang terkena madzi.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

Hadits ini menerangkan bahwa madzi tidak mewajibkan mandi namun cukup wudlu saja.

Mani adalah air memancar yang keluar saat merasakan kenikmatan, menyebabkan wajibnya seseorang untuk mandi, sebagian ulama berpendapat najis namun dalam mazhab kita hukumnya suci walau tetap sunnah membasuhnya ketika masih basah atau menggosoknya jika sudah kering. Sayyidah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata :

ßäÊ ÃÝÑß Çáãäí ãä ËæÈ ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÅÐÇ ßÇä íÇÈÓÇ æÃÛÓáå ÅÐÇ ßÇä ÑØÈÇ (ÑæÇå ÇáÏÇÑÞØäí).

“Aku menggosok mani di baju Rasulullah saw. jika sudah kering dan membasuhnya jika masih basah” (HR. Ad-Daruquthni)

Demikian jawaban atas pertanyaan anda. Wallahu Subhanahu wa Ta’ala A’lam.(Adhli al Karni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *