Mutiara Akhlak #3: Ijtihad dan Ta’awun

Bismillaah

الاجتهاد مفيد  والتعاون حميد

Al_Ijtihadu Mufiidun utawi bersungguh-sungguh iku mufiidun kang ma`idahi,

Wat_Ta’aawunu Hamiidun Lan hali utawi tulung-pitulung iku sanget den puji

Bersungguh-sungguh itu pasti berfaidah * Dan saling menolong sangatlah terpuji

Being earnest is doubtlessly useful * And helping each other is very commendable

Tekun berusaha dengan penuh semangat dan pantang menyerah, disebut dengan ijtihad; bersungguh-sungguh. Kesungguhan mampu membuka “pintu-pintu” yang terkunci, menuju kebahagiaan sejati. Apa yang ingin kau rasa selain bahagia? Bersungguh-sungguhlah untuk meraihnya, sebab ia tak bisa digapai dengan malas. Malas hanya melahirkan penyesalan dan kerugian. Karenanya, menyelamlah ke dasar samudera kehidupan dengan sungguh-sungguh. Maka akan kau peroleh mutiara-mutiara berkilau impianmu.

Dan alangkah baiknya kita saling tolong menolong. Bahu membahu mewujudkan impian bersama, kebahagiaan semesta. Di kala sang kaya membantu si miskin, yang kuat menolong yang lemah, niscaya semuanya hidup penuh dengan suka-cita. Andai mereka tak saling menolong, pastilah saling membenci, berakhir dengan kepedihan yang tak terpuji. Jadi, impian takkan terwujud tanpa kesungguhan. Impian takkan lebih indah tanpa pertolongan. Maka, wujudkanlah impianmu dengan sungguh-sungguh, dan bantulah juga impian yang lain agar terwujud! WalLahu a’lam (Ozt)

Disarikan dari kitab Al Muntakhobat fil Makhfudzat karya Syaikh Umar Abdul Jabbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *