{"id":547,"date":"2016-07-04T14:01:48","date_gmt":"2016-07-04T14:01:48","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=547"},"modified":"2016-07-04T14:01:48","modified_gmt":"2016-07-04T14:01:48","slug":"kh-taufiqul-hakim-indonesia-darurat-lima-hal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2016\/07\/04\/kh-taufiqul-hakim-indonesia-darurat-lima-hal\/","title":{"rendered":"KH. Taufiqul Hakim: Indonesia Darurat Lima Hal"},"content":{"rendered":"<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div>\n<div><strong>Jepara, <em>KMNU Online<\/em><\/strong><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Senin (4\/7) Anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) menyempatkan diri untuk silaturrahmi dengan kiai terkemuka di Jepara; KH.Taufiqul Hakim, pengasuh pondok pesantren Darul Falah Amtsilati Sidorejo, Bangsri Jepara Jawa Tengah. Silaturrahmi ini merupakan program dari KMNU Pusat untuk menyelenggarakan agenda silaturrahmi ulama penjuru negeri se-Nusantara dimana anggota KMNU berasal, untuk pekan libur idul fitri kali ini.<\/div>\n<p>Dalam kesempatan berharga tersebut, Kiai taufiq mengatakan bahwa Indonesia yang kelihatan aman-aman saja saat ini sedang dihadapkan dengan kondisi yang darurat.\u00a0&#8220;Indonesia sedang darurat utama di lima hal, yakni darurat narkoba-miras, darurat radikalisme, darurat korupsi, darurat seks bebas-gay-lesbian, dan darurat tawuran,&#8221;\u00a0ungkap beliau dengan serius.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&#8220;Kondisi ini sangat menghawatirkan bila kita tidak mencegah dan menanggulangi permasalahan ummat ini, mengingat sudah meluas di banyak tempat dan generasi&#8221; imbuhnya.\u00a0Beliau menjelaskan dengan rinci penyebabnya, dan salah satunya adalah karena ketidaktahuan masyarakat tentang bahaya kemaksiatan tersebut baik dari segi negara maupun utamanya segi agama.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>&#8220;Coba lihat kurikulum anak sekolah sekarang. Apa ada satu materi yang menerangkan bahaya 5 hal tersebut di sekolah, dari sejak kecil?&#8221; tanya beliau kepada kami.\u00a0Untuk itu, penemu metode baca kitab kuning cepat yang terkenal dengan nama &#8220;<em>Amtsilati<\/em>&#8221; ini mengajak KMNU sebagai perwakilan mahasiswa untuk turut serta dalam penanggulangan lima hal tersebut. Beliau menciptakan 5 buku seri berjudul &#8220;Syifa&#8217;ul Ummah&#8221;, yang isinya beliau karang sendiri dengan metode nadhoman\/syair, dalam tiga bahasa (Jawa, Indonesia, dan Inggris), disertai dengan penjelasan,\u00a0ayat Qur&#8217;an dan Hadis nabi yang berkaitan dengan materi tersebut.\u00a0Beliau berharap KMNU bisa turut mengambil andil untuk menyebarkan buku tersebut.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>&#8220;Tidak perlu menambah jam pelajaran atau waktu yang lama, cukup dengan membaca nadham\/syair 3-5 bait sebelum dan 3-5 bait setelah belajar per hari, seminggu sampai dua minggu khatam sekali. Dengan demikian dalam setahun bisa khatam 20-40 kali, insyallah akan ada manfaatnya,&#8221; tutup beliau.<\/p>\n<\/div>\n<div>Buku ini bisa digunakan mulai dari SD\/MI, MTs\/SMP, MA\/SMA, Mahasiswa dan umum. Yusuf, salah satu tim silaturrahmi yang juga anggota KMNU UPI berpendapat buku tersebut sangat mudah dipahami, dan berisi pesan-pesan moral yang patut disebarluaskan. <strong>(Hasan\/ el Naomiy)<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jepara, KMNU Online Senin (4\/7) Anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) menyempatkan diri untuk silaturrahmi dengan kiai terkemuka di Jepara; KH.Taufiqul Hakim, pengasuh pondok pesantren Darul Falah Amtsilati Sidorejo, Bangsri Jepara Jawa Tengah. Silaturrahmi ini merupakan program dari KMNU Pusat untuk menyelenggarakan agenda silaturrahmi ulama penjuru negeri se-Nusantara dimana anggota KMNU berasal, untuk pekan libur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":555,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}