{"id":5319,"date":"2021-04-28T08:13:59","date_gmt":"2021-04-28T08:13:59","guid":{"rendered":"https:\/\/kmnu.or.id\/?p=5319"},"modified":"2021-04-28T08:13:59","modified_gmt":"2021-04-28T08:13:59","slug":"nuzulul-quran-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2021\/04\/28\/nuzulul-quran-2\/","title":{"rendered":"Nuzulul Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Ada tiga teori yang menjelaskan tentang Nuzulul Qur&#8217;an. Teori pertama<\/strong>, pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur\u2019an dalam jumlah dan bentuk yang utuh dan komplit diturunkan ke langit dunia (sama&#8217; al-dunnya). Setelah itu, dari langit dunia, Al-Qur\u2019an diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai kebutuhan selama 20\/23\/25 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Teori kedua<\/strong>, Al-Qur\u2019an diturunkan ke langit dunia selama 20 malam Lailatul Qadar dalam 20 tahun (Lailatul Qadar hanya turun sekali dalam setahun). Setelah itu dibacakan kepada Nabi Muhammad SAW sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Teori ketiga,<\/strong> Al-Qur\u2019an turun pertama kali pada malam Lailatul Qadar. Selanjutnya, Al-Quran diturunkan ke bumi secara bertahap dalam waktu berbeda-beda. Teori pertama paling masyhur (populer) dan didukung banyak ulama. Teori ini diperkuat banyak hadist sahih. Teori kedua dipelopori oleh al-Muqatil dan Abu Abdillah al-Halimi dalam kitab Minhaj. Juga al-Mawardi dalam tafsirnya. Teori ketiga dikemukakan oleh al-Sya\u2019bi, dkk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Semua teori sepakat Al-Qur\u2019an \u201cditurunkan\u201d <em>(munazzal)<\/em> pada malam Lailatul Qadar. Hanya saja, para ulama berbeda pendapat, apakah ia diturunkan sekali dalam Lailatul Qadar atau lebih. Masing-masing ulama juga berbeda pendapat soal apa makna \u201cal-inzal\u201d dan bagaimana proses \u201cal-inzal\u201d berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Yang bertama mengatakan, <strong><em>\u201cal-inzal\u201d<\/em><\/strong> adalah <strong><em>\u201cal-idzhar\u201d<\/em><\/strong>, yaitu <strong>\u201dmelahirkan\u201d, \u201cmenjelaskan\u201d, menghadirkan\u201d atau \u201cmemperlihatkan\u201d.<\/strong> Jadi, posisinya tidak harus dari ketinggian (langit) menuju tempat rendah (bumi) seperti terkandung pada kata <strong><em>\u201cnazala\u201d.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Pendapat kedua, Allah SWT memberikan pemahaman kepada <em>Malaikat Jibril<\/em> yang ketika itu berada di langit. Kemudian Jibril turun ke bumi menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, pilihan katanya adalah <strong><em>\u201cnazala\u201d.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, bagaimana proses komunikasi antara Jibril dan Nabi Muhammad SAW berlangsung? Mengingat keduanya bukan dari jenis makhluk yang sama. Para ulama memberikan dua kemungkinan: Jibril beralih rupa menjadi manusia, atau sebaliknya. Pertanyaan selanjutnya, <strong><em>\u201cAl-Qur\u2019an\u201d<\/em><\/strong> seperti apakah yang diturunkan kepada Jibril dan dibacakan kepada Nabi Muhammad SAW?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Ada tiga teori. Pertama<\/strong>, Al-Qur\u2019an diturunkan kepada Jibril <em>lafdzan wa ma\u2019nan<\/em> (kata dan maknanya secara sekaligus). Penjelasannya begini, Jibril menghafal Al-Qur\u2019an yang tertulis dalam <em>lauhul mahfudz<\/em> (tablet yang terjaga), kemudian dibacakan ulang kepada Nabi Muhammad SAW.\u00a0 Menurut teori ini, ukuran setiap huruf di <em>lauhul mahfudz<\/em> sebesar Gunung Qaf. Di bawah huruf-huruf itu ada maknanya masing-masing yang hanya diketahui Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Kedua,<\/strong> Jibril membacakan Al-Qur\u2019an kepada Nabi Muhammad SAW menggunakan makna khusus. Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketiga,<\/strong> Jibril hanya menyampaikan <strong><em>\u201cmakna\u201d<\/em><\/strong> Al-Qur\u2019an. Selanjutnya, agar Al-Qur\u2019an dipahami audiensnya, Nabi Muhammad SAW \u201cmembungkusnya\u201d dengan bahasa Arab.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Sumber: al-Zarkasyi, al-Burhan fi Ulum al-Quran, hal. 228, Jilid I (NU Online)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Disusun oleh: Depnas 5 KMNU Nasional<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada tiga teori yang menjelaskan tentang Nuzulul Qur&#8217;an. Teori pertama, pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur\u2019an dalam jumlah dan bentuk yang utuh dan komplit diturunkan ke langit dunia (sama&#8217; al-dunnya). Setelah itu, dari langit dunia, Al-Qur\u2019an diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai kebutuhan selama 20\/23\/25 tahun. Teori kedua, Al-Qur\u2019an diturunkan ke langit dunia selama 20 malam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[174,297],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5319"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5319"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5319\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}