{"id":4986,"date":"2020-09-23T15:16:22","date_gmt":"2020-09-23T15:16:22","guid":{"rendered":"https:\/\/kmnu.or.id\/?p=4986"},"modified":"2020-09-23T15:16:22","modified_gmt":"2020-09-23T15:16:22","slug":"mengenal-bintu-syathi-mufassir-perempuan-di-tanah-arab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2020\/09\/23\/mengenal-bintu-syathi-mufassir-perempuan-di-tanah-arab\/","title":{"rendered":"Mengenal Bintu Syathi\u2019, Mufassir perempuan di tanah Arab"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Bintu Syathi\u2019 bernama asli Aisyah Abdurrahman merupakan tokoh I\u2019jaz Al-Qur\u2019an perempuan yang lahir pada tanggal 6 November 1913 Masehi di Kairo, Mesir. Bintu Syathi\u2019 menyelesaikan studi pada strata 1 pada tahun 1939 di Universitas King Fuad di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, kemudian melanjutkan magister pada jurusan yang sama yang selesai ditempuh pada tahun 1941, serta doktoral yang selesai pada tahun 1950 di jurusan yang sama yaitu Bahasa dan Sastra Arab. Kemudian pada tahun 1960 menjadi tenaga mengajar di Universitas Khaurtum, Sudan. Ia juga menjadi seorang professor Sastra Arab di Universitas khusus perempuan dan menjadi professor di universitas \u2018Ain Syam pada tahun 1967, serta juga menjadi redaktur An-Nahdlah An-Nisa\u2019iyyah pada tahun 1933. Bintu Syathi\u2019 merupakan seorang Muslim penganut paham Ahlu as-Sunnah wa al-Jama\u2019ah\/Sunni. Ia merupakan anak dari seorang doktor di Al-Azhar Mesir bernama Abdurrahman, dan ia diperistri oleh Amin Al-Khauli, seorang Mufasir yang bernama asli Amin ibnu Ibrahim Abd Al-Baqi\u2019 ibn Amir ibn Isma\u2019il ibn Yusuf ibn Al-Khuli. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Teori Bintu Syathi\u2019 berpendapat tentang Al-Qur\u2019an adalah <em>nash al-adab, dirasah Qur\u2019aniyah, dirasah bayan, Al-Qur\u2019an ( Al-Fann al-Qauli), tafsir Maudhu\u2019i, I\u2019jaz Al-Shauti wa Al-Sima\u2019i<\/em>. Adapun yang dimaksud dengan pendapat ini adalah salah satu ilmu yang penting adalah balaghah (retorika). Memahami Al-Qur\u2019an membutuhkan pemahaman teori balaghah, sebab di dalam Al-Qur\u2019an mengandung majas-majas yang tidak dapat langsung dipahami tanpa menggunakan balaghah. Tafsir yang objektif adalah tafsir yang melihat Al-Qur\u2019an melalui unsur intrinsik, sedangkan ilmu unsur ekstrinsik adalah ilmu pelengkap untuk menafsirkan Al-Qur\u2019an. Adapun unsur intrinsik adalah suatu unsur yang menyusun suatu karya sastra, sedangkan unsur ektrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari luar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Beberapa karya yang dihasilkan oleh Bintu Syathi\u2019 antara lain : <em>Al-Tafsir al-Bayani li Al-Qur\u2019ani al-Kariim (1962) , Kitabuna Akbar (1967), Maqal fi al-Insan, Dirasah Qur\u2019aniyah (1966), Al-Qur\u2019an wa al-Tafsir al-\u2018Asyri (1971), al-I\u2019jazu al-Bayani li Al-Qur\u2019ani al-Kariim (1971), al-Hayatu Insaniyah \u2018Inda Abi al-A\u2019la (1944), Nisa\u2019u an-Nabi, Banatu an-Nabi, Ummu an-Nabi,&nbsp; al-Mafhumu al-Islami li Taqriri al-Mar\u2019ah (1967), Lughatuna wa al-Bayan (1969) dsb. <\/em>Bintu Syathi\u2019 menginginkan untuk membuktikan bahwa Al-Qur\u2019an itu indah.&nbsp; J.J.G Jansen mengatakan bahwa tafsir sastra Bintu Syathi\u2019 berbeda dengan tafsir yang religius dan teologis, ia lebih mendekatkan pada tafsir sastra yang indah. <\/p>\n\n\n\n<p>Disusun oleh: Mahmudianto (KMNU UINSUKA)<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>id.wikipedia.org\/wiki\/bintu_syathi<\/li><li><a href=\"https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/unsur-intrinsik\/\">https:\/\/www.gurupendidikan.co.id\/unsur-intrinsik\/<\/a><\/li><li><a href=\"http:\/\/www.pengertianku.net\/2018\/07\/pengertian-unsur-ekstrinsik-dan-contohnya-pada-karya-sastra\">http:\/\/www.pengertianku.net\/2018\/07\/pengertian-unsur-ekstrinsik-dan-contohnya-pada-karya-sastra<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/alif.id\/read\/mmm\/amin-al-khuli-mufasir-penggagas-lahirnya-tafsir-sastrawi-atas-al-quran-b228906p\/\">https:\/\/alif.id\/read\/mmm\/amin-al-khuli-mufasir-penggagas-lahirnya-tafsir-sastrawi-atas-al-quran-b228906p\/<\/a><\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bintu Syathi\u2019 bernama asli Aisyah Abdurrahman merupakan tokoh I\u2019jaz Al-Qur\u2019an perempuan yang lahir pada tanggal 6 November 1913 Masehi di Kairo, Mesir. Bintu Syathi\u2019 menyelesaikan studi pada strata 1 pada tahun 1939 di Universitas King Fuad di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, kemudian melanjutkan magister pada jurusan yang sama yang selesai ditempuh pada tahun 1941,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5003,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[59,267],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4986"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4986\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}