{"id":4769,"date":"2020-04-22T02:10:38","date_gmt":"2020-04-22T02:10:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kmnu.or.id\/?p=4769"},"modified":"2020-04-22T02:10:38","modified_gmt":"2020-04-22T02:10:38","slug":"dilema-mahasiswa-indonesia-menjalani-kuliah-online-saat-serangan-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2020\/04\/22\/dilema-mahasiswa-indonesia-menjalani-kuliah-online-saat-serangan-covid-19\/","title":{"rendered":"DILEMA MAHASISWA INDONESIA MENJALANI KULIAH ONLINE SAAT SERANGAN COVID-19"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\"><em>Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2<\/em> &nbsp;(SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari virus yang menular ke manusia. Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Hingga sekarang resmi masuk ke negeri kita, virus corona selalu menjadi primadona di headline berbagai berita baik cetak maupun elektronik.&nbsp; Hal tersebut karena virus ini bisa menyerang siapa saja, baik&nbsp;bayi,&nbsp;anakanak, orang dewasa,&nbsp;lansia, ibu hamil, maupun&nbsp; ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Baru-baru ini Direktur Jenderal\u00a0 WHO (<em>World Health Organization<\/em>) \u00a0Tedros Ghebreyesus di Jenewa, Swiss pada 11 Maret 2020 menetapkan COVID 19 sebagai penyakit dengan status pandemi karena telah menginfeksi 118.000 orang di 114 negara, dan menyebabkan 4.291 orang meninggal dunia saat itu. Pandemi virus corona yang mengepung dunia belum bisa diredam. Penyebarannya yang masif dan relatif cepat membuat orang-orang ciut. Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan COVID-19. Banyak negara sudah memutuskan <em>lockdown<\/em>. Beberapa wilayah di Indonesia juga telah membatasi orang-orang pendatang dari luar daerahnya. Tempat-tempat ibadah kini mulai sepi, agenda-agenda massa dihilangkan, karena SARSCoV-2 pula istilah daring dan <em>work from home<\/em> (WFH) jadi melejit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Salah satu sektor yang dirugikan dari wabah ini adalah sektor pendidikan. Himbauan <em>Physical Distancing<\/em> dari WHO membuat semua kegiatan belajar mengajar yang awalnya dilaksanakan secara tatap muka menjadi serba daring. Berdasarkan laporan dari humas Dikti Kemendikbud, Senin (16\/3\/3030) terdapat 68 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah memberlakukan kuliah online dan akan bertambah setiap waktunya terkait adanya himbauan pemerintah tentang <em>social distancing<\/em> dan <em>lockdown<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Hal tersebut tentunya menjadi beban khusus\nbagi perguruan tinggi yang memang belum siap dalam melaksanakan program kuliah\nonline baik dalam segi sistem yang digunakan, tenaga pengajar, maupun sarana\ndan prasarana yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tidak hanya itu, namun himbauan <em>physical distancing<\/em> juga menghambat aktivitas perkuliahan lainnya seperti adanya praktikum, seminar proposal, skripsi, berbagai kegiatan kepanitiaan dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Uraian tersebut ketidak efektifan\npembelajaran kuliah daring menjadi salah satu masalah yang dominan dalam agenda\nmahasiswa. Lantas bagaimana seharusnya kuliah daring yang efektif?. Menurut\nMahmudi dalam bukunya yang berjudul Manajemen Kinerja Sektor Publik ia\nberpendapat bahwa efektifitas merupakan hubungan antara output dengan tujuan,\nsemakin besar kontribusi output terhadap pencapaian tujuan maka semakin efektif\norganisasi, program atau kegaiatan. Sehingga dapat dipahami bahwa efektifnya\nsesuatu dalam pelaksanaanya berangkat dari tujuan yang telah diharapkan kemudian\ndi sesuaikan dengan outputnya kemudian. Tujuan dari pelaksanaan kuliah daring\nmenurut Kementrian dan Kebudayaan RI (2014) ialah meningkatkan ketersediaan\nlayanan pendidikan, meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan,\nmeningkatkan kualitas mutu layanan pendidikan, meningkatkan kesamaan dalam\nmendapatkan mutu layanan pendidikan, dan meningkatkan keterjaminan mutu layanan\npendidikan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Tidak hanya itu, tidak semua materi dapat\nmudah dipahami apabila disampaikan secara daring. Ada beberapa materi\nperkuliahan yang membutuhkan perlakuan khusus untuk disampaikan agar tidak terjadi\nkesalahpahaman seperti salah satu contohnya pelaksanaan praktikum laboratorium.\nSelama kuliah online berjalan sejauh ini untuk mengukur tingkat pemahaman\nmahasiswa tenaga didik menjadikan tugas sebagai salah satu indikatornya. Namun\ntugas yang diberikan ada disetiap mata kuliah yang diberikan dosen. Apabila\ndikalkulasikan maka total tugas yang diberikan menjadi banyak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Masalah lain yang dihadapi mahasiswa antara\nlain kurangnya interaksi social secara langsung antara pengajar dengan peserta\ndidik atau antar sesama peserta didiksehingga sedikit menurunkan fungsi manusia\nsebagai mahkluk social kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek\nsosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis dan peserta belajar yang\ntidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung gagal (Rozmita, 2010).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Adanya permasalahan diatas dapat diatasi\nselama kita sebagai mahasiswa dan para tenaga didik mampu beradaptasi dengan\nmenganggap hadirnya sistem kuliah online selayaknya kuliah di ruang kelas\nseperti biasanya. Segala keterbatasan seperti beberapa mahasiswa kerap dihadapi\ndengan sinyal internet yang putus-putus dan tidak leluasa dalam mencari sumber\npembelajaran dalam buku fisik yang biasanya dapat di ambil di\nperpustakaan.&nbsp; Meskipun demikian semuanya\nbisa dilawan dengan kegigihan niat untuk belajar dan lebih pro aktif secara\nmandiri. Selain itu hindari tidur terlalu larut malam saat mengerjakan tugas\nkuliah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Disamping menjaga efektifitas dalam\nmenjalani kuliah online perlu juga senantiasa menjaga sanitasi diri dan\nlingkungan, Beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan yakni sesekali keluar\nrumah dan nikmati sinar mentari pagi. Sinar matahari mengandung pro vitamin D\nyang bermanfaat banyak bagi tubuh. Saat menikmati sinar matahari dapat ditambah\njuga dengan olahraga agar metabolisme tubuh tetap terjaga. Semua kegiatan\ntersebut dapat menunjang untuk menambah imunitas diri dalam tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Selain itu bagi para tenaga didik dapat memberi perbaikan sistem kuliah online yang lebih teratur dan terarah yaitu dengan pembuatan silabus khusus untuk pembelajaran dengan sistem daring. Silabus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran. Dengan adanya silabus dapat digunakan sebagai pedoman  bagi pengajar dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian serta pedoman bagi mahasiswa dalam melaksanakan kuliah online. <\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : Buletin Mahabbah (KMNU) Edisi 1 <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 &nbsp;(SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari virus yang menular ke manusia. Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019, virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Hingga sekarang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4771,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[71],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4769"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4769"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4769\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}