{"id":2590,"date":"2015-05-15T05:36:10","date_gmt":"2015-05-15T05:36:10","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=2590"},"modified":"2015-05-15T05:36:10","modified_gmt":"2015-05-15T05:36:10","slug":"lir-ilir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2015\/05\/15\/lir-ilir\/","title":{"rendered":"Lir Ilir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita tentang judul tembang di atas, Lir-Ilir. Syair ini dikarang Sunan Kalijaga, salah satu anggota Walisongo yang masyhur. Tembang tersebut mendobrak nilai dan budaya. Ditulis beberapa saat setelah nusantara mengalami keterpurukan menyusul runtuhnya kerajaan Majapahit dan dihadapkan pada proses islamisasi. Sang pujangga memulai dengan kalimat:<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lir Ilir, lir Ilir <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tandure wus sumilir<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bangun! Bangunlah!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanamannya sudah tumbuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tak ijo royo-royo<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Tak sengguh temanten anyar<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaikan warna hijau yang menyegarkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaikan pengantin baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lirik tersebut mengajak kita untuk meninggalkan keterpurukan pasca prahara politik nusantara. Menyambut datangnya Islam yang diibaratkan tanaman hijau menyegarkan, damai dan menyejukkan. Serta mengajak kita semua untuk membuka lembaran baru dengan penuh suka cita, layaknya pengantin baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Cah angon, cah angon<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Penekno blimbing kuwi<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak gembala, anak gembala<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tolong panjatkan pohon blimbing itu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lunyu-lunyu yo penekno<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kanggo mbasuh dodot iro<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun licin, tetap panjatlah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk membasuh pakaianmu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pemimpin diibaratkan seorang penggembala. Ia harus menjadi sosok yang kuat mengarahkan hewan gembalanya agar tidak jatuh pada tempat yang membahayakan.Begitu pula seorang pemimpin. Laksana buah belimbing memiliki lima sisi, seorang pemimpin hendaknya memegang erat-erat lima unsur yang terkumpul dalam rukun Islam. Meski berat dalam mengamalkan rukun Islam, tapi harus diusahakan agar kita bisa membasuh pakaian. Adapun pakaian menurut orang Jawa adalah simbol agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dodot iro, dodot iro<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kumitir bedahing pinggir<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kain pakaianmu, kain pakaianmu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Telah rusak dan robek<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dondomono, jlumatono<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kanggo sebo mengko sore<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jahitlah, tisiklah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menghadap nanti sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama kita tidak selamanya berada pada titik baik. Terkadang merosot dan rusaklah norma-norma keseharian. Sehingga perlu kita perbaiki, seperti kita menjahit pakaian yang robek. Perbaikilah agama kita, sebagai bekal kelak kita bertemu kepada Allah SWT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Mumpung padang rembulane<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Mumpung jembar kalangane<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selagi masih terang rembulannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selagi masih luas lapangannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Yo surako surak hiyo.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya bersoraklah, sorak iya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selagi masih ada kesempatan, senyampang nafas masih berdetak di jantung, berbahagialah \u2018cah angon\u2019 (red; pemimpin yang memperhatikan agama). Kini bangsa kita berada dalam keterpurukan mental, dekadensi moral, ketidakpastian hukum dan ancaman disintegrasi. Banyak pemimpin tidak mampu memberi contoh yang baik. Semoga syair yang ditulis Sunan Kalijaga di atas bisa menjadi pengingat bagi kita semua. <strong>(Wawa)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wallahu a\u2019lam bi as-shawwab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Dikutip dari Majalah Langitan edisi 52<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita tentang judul tembang di atas, Lir-Ilir. Syair ini dikarang Sunan Kalijaga, salah satu anggota Walisongo yang masyhur. Tembang tersebut mendobrak nilai dan budaya. Ditulis beberapa saat setelah nusantara mengalami keterpurukan menyusul runtuhnya kerajaan Majapahit dan dihadapkan pada proses islamisasi. Sang pujangga memulai dengan kalimat:<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2592,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,11,15],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2590"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}