{"id":2494,"date":"2015-04-27T08:50:18","date_gmt":"2015-04-27T08:50:18","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=2494"},"modified":"2015-04-27T08:50:18","modified_gmt":"2015-04-27T08:50:18","slug":"pbnu-usulkan-22-oktober-sebagai-hari-santri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2015\/04\/27\/pbnu-usulkan-22-oktober-sebagai-hari-santri\/","title":{"rendered":"PBNU Usulkan 22 Oktober Sebagai Hari Santri"},"content":{"rendered":"<p>Bogor,\u00a0<em><strong>NU Online<\/strong><\/em>\u00a0Ketua Umum Pengurus Besar\u00a0 Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengusulkan bahwa \u00a0rencana penetapan Hari Santri Nasional (HSN) sebaiknya tanggal 22 Oktober.<\/p>\n<p>\u201cSaya dari NU merekomendasikan hari santri adalah tanggal 22 Oktober,\u201d tegasnya saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan, Bogor, Kamis (23\/04) malam seperti dilansir oleh kemenag.go.id.<\/p>\n<p>Kiai Said mengaku kurang setuju dengan wacana penetapan HSN pada tanggal 1 Muharram. Sebab, lanjutnya, tahun baru Hijriyah merupakan hari di mana seluruh umat muslim dunia memperingati tahun baru Islam tersebut.<!--more--><\/p>\n<p>Moment yang pas, lanjut Kiai Said, ialah hari yang mempunyai kekhasan histrois dalam konteks perjuangan Indonesia. Dikatakan Kiai yang dulunya merupakan santri alumni Pesantren Lirboyo ini, peranan santri dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia sungguh luar biasa. \u00a0Dalam peran itu, ada sebuah momentum penting dalam sejarah perjuangan dan pembelaan kaum santri untuk Indonesia. Momentum itu terjadi pada tanggal 22 Oktober 1945 ketika lahir Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asyari bersama ulama-ulama dari perwakilan berbagai organisasi masyarakat lainnya di luar NU, seperti Syarikat Islam dan Muhammadiyah.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu, Mbah Hasyim mengajak santri agar menyambut kedatangan pasukan NICA dengan darah dan nyawa,\u201d tukasnya dalam acara dengan tema \u2018Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan\u2019.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kiai Said menjeskan bahwa jauh sebelum Indonesia merdeka sudah ada santri yang dari waktu ke waktu jumlahnya terus berkembang sampai akhirnya mampu mendirikan kerajaan Islam Demak Bintoro.<\/p>\n<p>Penetapan Kiai Said tentang hari santri pada 22 Oktober, bukan pada 1 Muharram ini diamini oleh Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.<\/p>\n<p>\u201cSatu Muharram itu sudah diperingati di seluruh dunia. Ini kan untuk Indonesia, ya harus momen Indonesia. Dasarnya harus suatu peristiwa besar, antara lain Resolusi Jihad yang kemudian memberi semangat peristiwa bersejarah 10 November di Surabaya.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJelas, ini untuk mengingatkan bahwa republik ini dibikin umat Islam, tentu dengan kelompok yang lainnya, tapi darah yang mengalir banyak darahnya santri.\u201d<\/p>\n<p>Ia berharap penetapan Hari Santri ini dilakukan secepat mungkin mengingat penetapan Hari Santri merupakan janji yang disampaikan oleh Joko Widodo waktu dalam kampanye menjadia calon presiden sehingga harus ditepati.<strong>\u00a0(mukafi niam)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor,\u00a0NU Online\u00a0Ketua Umum Pengurus Besar\u00a0 Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengusulkan bahwa \u00a0rencana penetapan Hari Santri Nasional (HSN) sebaiknya tanggal 22 Oktober. \u201cSaya dari NU merekomendasikan hari santri adalah tanggal 22 Oktober,\u201d tegasnya saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan, Bogor, Kamis (23\/04) malam seperti dilansir oleh kemenag.go.id&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2495,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,12],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2494"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2494"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2494\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}