{"id":2188,"date":"2015-06-20T13:28:12","date_gmt":"2015-06-20T13:28:12","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=2188"},"modified":"2015-06-20T13:28:12","modified_gmt":"2015-06-20T13:28:12","slug":"mahfud-md-demokrasi-terbaik-di-antara-yang-tersedia-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2015\/06\/20\/mahfud-md-demokrasi-terbaik-di-antara-yang-tersedia-1\/","title":{"rendered":"Mahfud MD: Demokrasi Terbaik di antara yang Tersedia (1)"},"content":{"rendered":"<p>Berbicara\u00a0Kepemimpinan\u00a0Berakhlakul\u00a0Karimah,\u00a0<em>pertama<\/em>\u00a0yang harus ditegaskan adalah urgensi kepemimpinan bagi manusia dalam kehidupan. Hadist nabi menyebutkan, apabila ada tiga orang dalam perjalanan, maka hendaknya mereka mengangkat salah seorang menjadi pemimpin.<!--more--><\/p>\n<p>Hal tersebut\u00a0disampaikan oleh Mahfud MD sebagai pengantar dalam\u00a0<em>Diskusi Ramadhan<\/em>\u00a0di Masjid Ulil Albab, Universitas Islam Indonesia, Sabtu malam (20\/6), dengan tema\u00a0<em>Kepemimpinan Berakhlakul Karimah.<\/em><!--more--><\/p>\n<p>\u201cTerlebih bagi negara, harus memiliki pemimpin!\u201d tegasnya<\/p>\n<p>Menurutnya, baik bagi masyarakat sederhana maupun masyarakat kompleks seperti negara, pemimpin merupakan sebuah keharusan. Pemimpin merupakan factor penentu dalam sukses atau gagalnya suatu organisasi, karenanya pemimpin harus mampu mempengaruhi secara konstruktif orang lain, dan menunjukkan jalan serta perilaku benar yang harus dikerjakan bersama-sama.<\/p>\n<p>Imam Al-Mawardi dalam kitabnya Al-Ahkam Al-Sulthoniyah menyinggung mengenai hukum dan tujuan menegakkan kepemimpinan. Beliau mengatakan bahwa menegakkan kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p>Disebutkan oleh Imam Al-Mawardi dalam kitabnya,\u00a0kepemimpinan mempunyai dua tujuan,\u00a0<em>pertama<\/em>,\u00a0<em>likhilafati an-Nubuwwah fi-Harosati ad-Din<\/em>, yakni sebagai pengganti misi kenabian untuk menjaga agama;\u00a0<em>kedua<\/em>,\u00a0<em>wasi<\/em><em>ya<\/em><em>sati ad-Dunya<\/em>, untuk memimpin atau mengatur urusan dunia.<\/p>\n<p><em>Kedua,\u00a0<\/em>berbicara Kepemimpinan Berakhlakul Karimah, beliau mengingatkan bahwa jabatan pemimpin tidak boleh diminta. Artinya, kepemimpinan yang berkaitan erat dengan jabatan hendaknya tidak diminta untuk dijabat melainkan harus dianggap sebagai amanah.<\/p>\n<p>\u201cSeseorang hendaknya tidak meminta jabatan pemimpin,\u201d ujarnya<\/p>\n<p>Ia lalu menyebutkan hadist nabi yang menerangkan bagaimana Rasulullah memberi nasihat pada sahabatnya bernama Abdurrahman bin Samurah agar tidak meminta jabatan. Dikatakan oleh Mahfud MD, ketika seseorang memburu-buru atau meminta jabatan, maka seseorang tersebut akan bekerja sendiri, pun akan menghadapi masalah sendiri.<!--more--><\/p>\n<p>Rasulullah bersabda, \u201cWahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu, niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)\u201d (Riwayat Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana ketika seseorang mengikuti kontestasi perebutan jabatan kepemimpin seperti pemilu? Menurut Mahfud MD, kontestasi tersebut diperbolehkan sejauh dalam tataran etik berakhlakul karimah.<\/p>\n<p>\u201cMakanya tidak boleh saling fitnah satu sama lain. Kontestasi tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan semangat akhlakul karimah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengibaratkan ketika sebuah sholat jamaah dipimpin oleh imam yang hilang akal atau gila, maka akan terjadi kekacauan dalam sholat jamaah tersebut. Oleh karena itu, pemimpin terbaik boleh muncul dalam kontestasi tersebut, karena akan terjadi kekacauan apabila negara dipimpin oleh orang yang tidak dapat berlaku adil.<\/p>\n<p><strong>Pemimpin\u00a0<\/strong><strong>Berakhlakul Karimah<\/strong><!--more--><\/p>\n<p>Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau disambut oleh kaum Anshar dengan sholawat\u00a0<em>thala\u2019al badru alaina.\u00a0<\/em>Dalam sholawat tersebut, Rasulullah diumpakan sebagai sebuah matahari, sebuah bulan purnama, sebuah cahaya di atas segala cahaya, sebuah emas yang mahal harganya, dan sebagai sebuah pelita yang menerangi seluruh hati.<\/p>\n<p>Dalam sholawat tersebut, Mahfud MD menjelaskan\u00a0beberapa\u00a0umpama yang menunjukkan ciri\u00a0pemimpin\u00a0berakhlakul karimah.<\/p>\n<p><em>Engkau umpama matahari\u00a0<\/em>menandakan bagaimana seorang pemimpin harus tegas dan konsisten.\u00a0Ia\u00a0hendaknya tidak mengingkari\u00a0apa yang ia janjikan. Selain itu,\u00a0<em>engkau umpama matahari\u00a0<\/em>menandakan bahwa pemimpin harus dapat bersikap adil. Ia harus seperti matahari yang menyinari kepada siapapun tanpa membeda-bedakan.<\/p>\n<p>Di samping umpama matahari, pemimpin merupakan umpama bulan purnama.<em>Engkau umpama bulan purnama<\/em>. Pemimpin umpama bulan purnama ialah pemimpin yang menyejukkan, santun dan penuh sinar kasih bagi manusia.<!--more--><\/p>\n<p>Mahfud MD\u00a0menerangkan,\u00a0pemimpin yang memiliki dua umpama tersebut niscaya tidak akan melakukan korupsi. Ia menjelaskan, bahwa korupsi dalam perkembangannya terbagi menjadi dua, yakni korupsi konvensional dan korupsi non-konvensional.<\/p>\n<p>Selama ini banyak yang beranggapan bahwa korupsi yang merugikan negara hanyalah korupsi konvensional. Padahal, korupsi non-konvensional atau korupsi moral seperti meminta pelayan berlebihan atau meminta dihargai berlebihan merupakan benih-benih korupsi konvensional yang juga\u00a0turut\u00a0merugikan masyarakat\u00a0dan negara.<em>bersambung<\/em>&#8230;&#8230;\u00a0<strong>Mahfud MD: Demokrasi Terbaik di antara Yang Tersedia (2)<\/strong><\/p>\n<p><strong>Redaksi KMNU UII<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara\u00a0Kepemimpinan\u00a0Berakhlakul\u00a0Karimah,\u00a0pertama\u00a0yang harus ditegaskan adalah urgensi kepemimpinan bagi manusia dalam kehidupan. Hadist nabi menyebutkan, apabila ada tiga orang dalam perjalanan, maka hendaknya mereka mengangkat salah seorang menjadi pemimpin.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2188"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2188\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}