{"id":1827,"date":"2015-03-17T08:49:57","date_gmt":"2015-03-17T08:49:57","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=1827"},"modified":"2015-03-17T08:49:57","modified_gmt":"2015-03-17T08:49:57","slug":"kenapa-harus-ber-1kmnu-1-tentang-anjuran-berjamaah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2015\/03\/17\/kenapa-harus-ber-1kmnu-1-tentang-anjuran-berjamaah\/","title":{"rendered":"Kenapa harus ber (1+KM)NU? #1 : Tentang Anjuran Berjamaah"},"content":{"rendered":"<p>Bogor, KMNU ONLINE (17\/03\/15)<\/p>\n<p>Dalam tulisan ini saya ingin mengurai beberapa alasan kenapa kita harus ber (1+KM)NU. Hal ini menjadi penting saya tulis, karena tiba-tiba teringat sebuah pesan sms dari seorang temen mahasiswa NU sekitar 3 tahun yang lalu. Dia mengatakan dalam smsnya \u201csaya ini orang NU, dan saya yakin tidak akan dipengaruhi oleh siapapun tentang ke-NU-an ku. Jadi saya tidak perlu lagi masuk KMNU\u201d.<!--more--><\/p>\n<p>Pernyataannya membuat saya bertanya-tanya, sambil\u00a0<em>menggrayangi\u00a0<\/em>kembali diri sendiri (instropeksi diri) dan KMNU tentang \u201calasan kenapa KMNU didirikan dikampus? Apa fungsinya?\u201d dan saat itu saya tidak bisa menjawabnya. Namun dalam perjalanan aktif di KMNU saya setidaknya menemukan beberapa alasan yang membuat saya mantab harus tetap di KMNU dan mengembangkannya dikampus.<!--more--><\/p>\n<ol>\n<li>Tentang Anjuran Berjama\u2019ah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Saya kutipkan beberapa anjuran berjama\u2019ah yang ada dimukaddimah Qonun Asasi NU:<\/p>\n<p>\u201c<em>Berhimpunlah anak-anakku bila kegentingan datang melanda.<\/em><\/p>\n<p><em>Jangan bercerai-berai sendiri-sendiri.<\/em><\/p>\n<p><em>Cawan-cawan enggan pecah bila bersama.<\/em><\/p>\n<p><em>Ketika bercerai-berai<\/em><\/p>\n<p><em>Satu-satu pecah berderai-derai\u201d.<\/em><\/p>\n<p>\u201c<em>Marilah anda semua dan segenap pengikut Anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, orang-orang yang lemah dan orang-orang yang kuat, berbondong-bondong masuk Jam\u2019iyyah yang diberkahi yang dinamai Jam\u2019iyah Nahdlatul Ulama ini\u201d.<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cMasuklah dengan penuh kecintaan, kasih saying, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa dan raga. Inilah jam\u2019iyah\u00a0 yang lurus, damai, bersifat memperbaiki dan menyantuni \u201c.<\/em><\/p>\n<p><em>\u201cBarangsiapa\u00a0 mau tolong menolong dalam persoalan dunia dan akhiratnya, maka akan sempurnahlah kebahagiaanya, nyaman dan sentosa hidupnya\u201d<\/em>.<!--more--><\/p>\n<p>Para pendiri NU telah meyakini bahwa NU adalah organisasi yang diberkahi oleh Allah SWT. Hal ini bisa tercermin dari sejarah proses berdirinya NU (Baca :\u00a0<a href=\"http:\/\/kmnu.or.id\/konten-28-alasan-kenapa-nu-berdiri-di-indonesia.html\" data-cke-saved-href=\"http:\/\/kmnu.or.id\/konten-28-alasan-kenapa-nu-berdiri-di-indonesia.html\"><em>Pidato KH. As\u2019ad Syamsul arifin tentang Kenapa NU didirikan di Indonesia?<\/em><\/a>). lebih lanjut beliau-beliau menegaskan kembali dalam sebuah\u00a0 wejangan yang lain:<\/p>\n<p>\u201cSiapa yang mengurus NU, saya anggap santriku, siapa yang menjadi santriku saya doakan khusnul khotimah beserta keluarganya\u201d. (<strong>KH. Hasyim Asy\u2019ari)<\/strong><\/p>\n<p>\u201cJangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah ! kalau sampai tidak makan, komlainlah aku\u00a0 jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati maka tagihlah kebatu nisanku\u201d. (<strong>KH. Ridwan Abdullah)<\/strong><!--more--><\/p>\n<p><span dir=\"LTR\">\u00a0\u201c<\/span>\u0645\u0646 \u0627\u0639\u0627\u0646 \u0646\u0647\u0636\u0629\u0627\u0644\u0639\u0644\u0645\u0627\u0621\u060c \u0641\u0642\u062f\u0633\u0639\u062f\u0641\u0649 \u0627\u0644\u062f\u0646\u064a\u0627\u0648\u0627\u0644\u0623\u062e\u0631\u0629<span dir=\"LTR\">\u201d<\/span><\/p>\n<p>\u201cBarang siapa yang menolong NU, maka hidup beruntung di dunia dan di akhirat\u201d. (<strong>KH. Hasan Genggong)<\/strong><!--more--><\/p>\n<p><strong>5 wasiat KHR. As&#8217;ad Syamsul Arifin :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Santri Sukorejo yang keluar dari NU jangan berharap berkumpul dengan saya di akhirat.<\/li>\n<li>Santri saya yang pendiriannya tidak sama dengan saya, saya tidak ikut bertanggung jawab dihadirat Allah SWT.<\/li>\n<li>Santri saya yang pulang atau berhenti harus ikut mengurusi dan memikirkan paling tidak salah satu dari tiga hal dibawah ini:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Pendidikan Islam<\/li>\n<li>Dakwah melalui NU<\/li>\n<li>Ekonomi Masyarakat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Biar alim, biar kaya tapi tidak ikut salah satu tersebut, saya ingin tahu kesempurnaan hidupnya, sebaliknya biar bodoh, biar miskin, tapi ikut mngurusi atau cawe-cawe paling tidak salah satunya dengan ikhlas, rasakan kesempurnaan hidupnya.<!--more--><\/p>\n<ol>\n<li>Istiqomah baca Ratibul Haddad<\/li>\n<li>Santri saya sebenarnya umum, anak siapa saja dalam keadaan bagaimana saja, pasti selamat dan juga asal jujur, giat dan Ikhlas<\/li>\n<\/ol>\n<p>Inilah alasan kenapa kita sebagai generasi penerus NU perlu bersatu (berjama\u2019ah) dimanapun kita berada untuk istiqomah berjuang dijalam Islam Ahlussunnah Wal Jama\u2019ah An-Nahdliyyah. Lantas apa relevansinya dengan bergabung di KMNU?<!--more--><\/p>\n<p>Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) adalah organisasi kekeluargaan (Forum Silaturrahmi) bagi mahasiswa NU yang berdiri di beberapa Perguruan Tinggi dengan sejarah dan latar belakang yang berbeda. Namun, KMNU memiliki tujuan yang sama, yakni untuk menghimpun mahasiswa NU di Perguruan Tinggi di Indonesia maupun Luar Negeri untuk bersama-sama menguatkan Islam\u00a0<em>Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah<\/em>. Arah perjuangan KMNU sejalan dalam arah perjuangan Nahdlatul Ulama, yaitu sosial keagamaan dengan menyinergikan kemampuan IMTAQ dan IPTEK.<\/p>\n<p>Lebih khusus KMNU dibentuk atas kesadaran bahwa:<\/p>\n<ol>\n<li>Akhir-akhir ini banyaknya santri yang melanjutkan studi diperguruan tinggi umum.<\/li>\n<li>Belum ada wadah yang istiqomah (konsisten) dan fokus dalam mengembangkan dan melestarikan tradisi para ulama (seperti : tahlilan, istighosah, sholawatan, ngaji kitab kuning, dll) diperguruan tinggi umum.<\/li>\n<li>Berkembang pesatnya organisasi mahasiswa ekstrim yang bergerak untuk mengancam tradisi para ulama dan lebih lanjut yang mengancam keutuhan NKRI dengan jargon-jargon yang sangat keras dimana justru pusatnya terdapat di sebagian besar perguruan tinggi umum.<\/li>\n<li>Banyaknya mahasiswa dari latarbelakang umum mencari sebuah organisasi dan \u00a0komunitas yang memiliki kepedulian tinggi untuk bisa mengajarinya agama Islam dengan baik dan konsisten.<\/li>\n<\/ol>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Demikianlah kenapa yang belum masuk NU dianjurkan untuk masuk NU, bagi mahasiswa NU maupun tidak NU yang belum masuk KMNU dianjurkan berkumpul dan berjuang bersama masuk KMNU untuk saling menguatkan dijalan Allah SWT dengan wasilah (jalan) (1+KM)NU = ASWAJA.<!--more--><\/p>\n<p>Semoga KMNU ini, seperti apa yang dikatakan Sayyid Ahmad bin Abdillah As-saqqaf (dalam Mukaddimah Qonun Asasi), yaitu:<\/p>\n<p>\u201c<em>Jam\u2019iyyah ini adalah\u00a0 perhimpunan yang telah menampakkan tanda-tanda menggembirakan, daerah-daerah menyatu, bangun-bangunannya telah berdiri tegak;\u2026\u2026\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dan semoga KMNU bisa menjadi organisasi yang telah dipesan oleh KH. Munasir Ali yaitu organisai yang bertujuan untuk memperbaiki diri dalam pemahaman, pola pikir, gerakan dan juga pengamalan agama secara lebih baik\u201d. Amiin.<!--more--><\/p>\n<p>Semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya pribadi maupun semuanya yang membacanya. Amiin Bersambung (alkatsumi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor, KMNU ONLINE (17\/03\/15) Dalam tulisan ini saya ingin mengurai beberapa alasan kenapa kita harus ber (1+KM)NU. Hal ini menjadi penting saya tulis, karena tiba-tiba teringat sebuah pesan sms dari seorang temen mahasiswa NU sekitar 3 tahun yang lalu. Dia mengatakan dalam smsnya \u201csaya ini orang NU, dan saya yakin tidak akan dipengaruhi oleh siapapun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1832,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,10,11],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}