{"id":1680,"date":"2016-04-02T10:51:44","date_gmt":"2016-04-02T10:51:44","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=1680"},"modified":"2016-04-02T10:51:44","modified_gmt":"2016-04-02T10:51:44","slug":"makna-insyaallah-yang-kerap-disalahpahami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2016\/04\/02\/makna-insyaallah-yang-kerap-disalahpahami\/","title":{"rendered":"Makna &#8216;InsyaAllah&#8217; yang Kerap Disalahpahami"},"content":{"rendered":"<p>Kata \u201cinsyaallah\u201d begitu populer bagi masyarakat Muslim di Tanah Air. Tak hanya dalam percakapan sehari-hari, salah satu kalimat\u00a0<em>thayyibah<\/em>\u00a0ini juga sangat sering kita dengar di media massa terutama tayangan televisi. Meski begitu, seperti biasa, kata ini sering diterima dan dipakai begitu saja tanpa menyesuaikan makna dan penggunaan yang seharusnya.<\/p>\n<p>Kata \u201cinsyallah\u201d kerap diucapkan untuk janji yang potensial dilanggar, komitmen yang tidak teguh, atau harapan yang tidak pasti. Meski lebih sering kita jumpai, bukan berarti semua itu tepat. Orang menyebutnya\u00a0<em>salah kaprah\u00a0<\/em>alias kekeliruan yang sudah menjadi kebiasaan.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an Surat al-Kahfi ayat 23-24 mengatakan:<\/p>\n<div>\u0648\u064e\u0644\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0625\u0650\u0646\u0650\u0651\u064a \u0641\u064e\u0627\u0639\u0650\u0644\u064c \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u063a\u064e\u062f\u064b\u0627 . \u0625\u0650\u0644\u0651\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0634\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647<\/div>\n<p>\u201cDan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, \u2018Aku akan melakukannya besok.\u2019 Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah.\u201d<\/p>\n<p>Dengan demikian, mengucapkan kata insyaallah sesungguhnya bersumber dari perintah Al-Qur\u2019an. Secara literal ia berarti \u201cjika Allah menghendaki\u201d. Ayat ini mengandung pendidikan bagi pengucapnya tentang pentingnya rendah hati. Tidak terlalu mengandalkan kemampuan pribadi karena ada kekuatan yang lebih besar dibanding dirinya.<\/p>\n<p>Mengucapkan insyaallah juga bentuk keinsafan bahwa di balik segala perinstiwa ada Sang Penentu. Tak selalu apa yang kita inginkan terwujud. Seluruhnya bersifat tidak pasti, dan justru karena itulah manusia dituntut berikhtiar. Kata \u201cinsyallah\u201d merupakan wujud pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah sembari bekerja keras karena proses yang ditempuhnya belum menemukan kepastian hasil.<\/p>\n<p>Manusia memang dilarang memastikan perbuatan yang masih dalam rencana, karena yang demikian termasuk cermin keangkuhan. Manusia tidak mungkin mengandalkan secara mutlak dirinya sendiri. Sebagai makhluk, ia membutuhkan Sang Khaliq. Seberapapun besar jerih payah seseorang, tetaplah ia sebatas pada level ikhtiar.<\/p>\n<p>Allah telah menganugerahi manusia nurani, akal, tenaga, dan segenap kemampuan lainnya. Semua itu merupakan modal sekaligus tanggung jawab untuk dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha, menyusun rencana, dan mempersiapkan diri. Selebihnya adalah tawakal atau kepasrahan total atas kehendak Allah.<\/p>\n<div>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652<\/div>\n<p>\u201cSesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra\u2019du: 11)<\/p>\n<p>Ayat lain menyebutkan:<\/p>\n<div>\u064a\u064e\u0627 \u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0648\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064c \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u062a\u0652 \u0644\u0650\u063a\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0631\u064c \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/div>\n<p>Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya setiap pribadi memerhatikan apa yang dia persiapkan untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hasyr: 18)<\/p>\n<p>Tawakal adalah sikap yang muncul dari kesadaran manusia atas dirinya yang\u00a0<em>dla\u2018\u00eef\u00a0<\/em>di hadapan\u00a0<em>Rabb<\/em>. Menggantungkan keputusan final kepada Sang Pencipta selepas daya upaya dikerahkan secara maksimal. Sikap inilah yang membuatnya selalu merasa penting untuk berdoa, memohon pertolongan dan petunjuk sehingga kehendak yang dirumuskannya diridlai dan dikabulkan Allah subh\u00e2nahu wata\u2018\u00e2la. Dan bilapun tak terkabul, juga tak lantas menyesali diri sendiri karena sejak awal memang sudah memasrahkan hasil bukan kepada diri sendiri.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kita bias menarik sebuah kesimpulan ringkas, bahwa insyaallah bukan ucapan basa-basi atau tempat berlindung dari ketidakteguhan janji. Insyaallah mengandung pendidikan tentang sikap tawaduk. Penghayatan kepada makna hakiki insyaallah juga membawa manusia pada puncak kesadaran tauhid: hanya Allah tempat bergantung segala sesuatu. Insyaallah juga mengandaikan seseorang untuk mempercayai adanya takdir dan ir\u00e2dah Allah. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk pada setiap ucapan dan tingkah, agar istiqamah di jalan yang benar, yang diridlai Allah.<\/p>\n<p><em>Sumber: www.nu.or.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata \u201cinsyaallah\u201d begitu populer bagi masyarakat Muslim di Tanah Air. Tak hanya dalam percakapan sehari-hari, salah satu kalimat\u00a0thayyibah\u00a0ini juga sangat sering kita dengar di media massa terutama tayangan televisi. Meski begitu, seperti biasa, kata ini sering diterima dan dipakai begitu saja tanpa menyesuaikan makna dan penggunaan yang seharusnya. Kata \u201cinsyallah\u201d kerap diucapkan untuk janji yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1680"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}