{"id":1279,"date":"2016-05-24T08:34:42","date_gmt":"2016-05-24T08:34:42","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=1279"},"modified":"2016-05-24T08:34:42","modified_gmt":"2016-05-24T08:34:42","slug":"kmnu-fk-ugm-lgbt-bukan-sekedar-seksual-disorientasi-tapi-perang-ideologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2016\/05\/24\/kmnu-fk-ugm-lgbt-bukan-sekedar-seksual-disorientasi-tapi-perang-ideologi\/","title":{"rendered":"KMNU FK UGM : LGBT, Bukan Sekedar Seksual Disorientasi tapi Perang Ideologi"},"content":{"rendered":"<p>LGBT menjadi perbincangkan hangat banyak pihak tak terkecuali bagi mahasiswa. Mahsasiswa sebagai intelektual muda sudah seharusnya dapat menyikapi segala macam peristiwa dengan arif dan bijaksana. Hal itulah yang menginspirasi KMNU FK UGM untuk melaksanakan kajian yang bertema \u201cAndai Aku Seorang LGBT\u201d. Kajian yang dilaksanakan pada 14 April 2014 menghadirkan dua narasumber yang membahas tentang LGBT bukan hanya dari sisi kesehatan namun juga dari berbagai sudut pandang.<\/p>\n<p>Dua narasumber tersebut yakni Gus Muhammad Mustafied, S.Fil. yang juga merupakan pimpinan pengasuh PonPes Aswaja Nusantara Mlangi serta dr Ronny Tri Wirasto, Sp. Kj yang merupakan Dokter Spesialis Kejiwaan RSUP Dr. Sardjito dan Dosen FK UGM.<\/p>\n<p>Gus Tafiedz dipersilahkan terlebih dahulu memberikan \u00a0pemaparan LGBT dari sudut pandangnya. Menurut pandangan Gus Tafied, dalam Islam tidak ada istilah LGBT walaupun dalam sejarah peradaban Islam terdapat sebuah kisah tentang kaum Nabi Luth yang termasyhur dengan kaum sodomnya. Islam menganggap laki-laki ataupun perempuan merupakan sebuah kodrat. \u00a0Lebih lanjut beliau memaparkan, dalam Islam dikenal istilah <em>khuntsa (hemaprodit)<\/em> dimana seorang individu yang memilki kelamin ganda. <em>Khuntsa<\/em> sendiri dapat di bagi menjadi <em>musykil<\/em> atau yang sulit untuk diidentifikasi dan <em>ghoiru musykil<\/em> atau yang mudah diidentifikasi secara fisik. Namun konsep <em>khuntsa<\/em> hanya berpengaruh pada permasalahan sholat berjamaah dan masalah pembagian harta warisan serta\u00a0 tidak memepengaruhi orientasi seksual.<\/p>\n<p>Gus Tafied menekankan bahwa kisah yang terjadi pada zaman dahulu bukan lantas\u00a0 menjadi suatu pembenaran. Orientasi seksual yang menyimpang dianggap tidak akan berdampak buruk ketika hanya menjadi orientasi ataupun angan-angan. Namun ketika penyimpangan orientasi seksual tersebut sudah masuk dalam ranah perilaku seksual yang menyimpang maka akan menjadi suatu permasalahan. Sebagian pihak yang pro terhadap LGBT menganggap bahwa LGBT merupakan urusan pribadi masing-masing yang tak harus dipermasalahkan berbeda dengan kejahatan lain yang secara jelas sudah merugikan pihak lain misalnya dalam hal pencurian. Permasalahannya \u00a0saat ini adalah mereka yang secara terang-terangan mendeklasrasikan diri sebagai seorang LGBT, mereda sedang mengupayakan legalisasi dari penyimpangan perilaku seksual tersebut yang berpotensi dapat mempengaruhi orang lain dan berujung pada meluasnya individu yang mengalami penyimpangan perilaku seksual. Gus \u00a0Tafied menghimbau,\u00a0 sebagai seorang muslim hendaknya ketika terdapat sebuah permasalahan kita kembalikan kepada dasar hukum yang telah menjadi rujukan yakni Al-qur\u2019an dan Hadist.<\/p>\n<p>Kajian semakin berwarna ketika dr Ronny dipersilahkan memaparkan pendapatnya mengenai LGBT sesuai dengan latarbelakang profesi yang dijalani. dr ronny sependapat dengan Gus Tafiedz dengan menyatakan bahwa laki-laki ataupun perempuan merupakan <em>qodratiyah<\/em> yang berarti harus berperilaku sesuai fisiologis atau fungsi normal mereka masing-masing. Beliau \u00a0menekankan bahwa \u00a0\u00a0LGBT bukan suatu penyakit menular. Namun, yang perlu di garis bawahi LGBT saat ini bukan hanya sebuah orientasi tetapi sudah melebur dalam suatu bentuk perilaku seksual yang menyimpang. Dimana setiap perilaku dapat diamati, ditiru lalu kemudian \u00a0diterapkan oleh orang lain sehingga \u201cpenularan\u201d dari LGBT\u00a0 sangat mungkin terjadi. Maka dari itu meskipun LGBT bukan penyakit menular, kita tetap harus memberikan perhatian dan saling mengingatkan terhadap orang-orang disekitar sebagai perwujudan dari <em>amar ma\u2019ruf nahi munkar.<\/em><\/p>\n<p>LGBT mengakibatkan individu yang menganutnya menjadi sosok yang <em>egosentris<\/em>. Dimana mereka hanya memikirkan kesenganagan dari golongan mereka tanpa memikirkan akibat yang akan dirasakan oleh orang lain. Tidak hanya itu Negara bisa menjadi salah satu pihak yang dirugikan jika masyarakatnya dipenuhi dengan kelompok penganut LGBT. Untuk saat ini memang belum tampak efek negatif dari LGBT bagi negara ini, namun dimasa mendatang saat negara membutuhkan rakyatnya untuk mempertahankan kedaulatan maka hal tersebut sulit untuk tercapai karena rakyat sudah terlena dengan kenikmatan dunia. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk melawan pergerakan dan ideologi yang mereka agung-agungkan. Langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebarluasan LGBT misalnya dengan membentengi\u00a0 diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.<\/p>\n<p>\u201cPuasa\u201d merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam membentengi diri. Puasa jangan diartikan hanya menahan makan dan minum. Lebih dari itu, puasa selain\u00a0 dari segi fisik juga membatasi apa yang kita lihat, apa yang kita dengar serta membangun kesadaran bahwa LGBT adalah suatu hal yang dilarang dan semua hal yang dilarang oleh Islam itu merugikan. Satu hal yang ditekankan oleh kedua narasumber pada kajian kali ini adalah jangan hanya mempermasalahkan boleh atau tidaknya\u00a0 LGBT, tapi bagaimana seharusnya kita menyikapi serta menanggapi suatu permasalahan secara sistematis dengan menggali informasi secara luas agar menjadi insan yang berfikir cerdas dan berkualitas. <strong>(Uswatun Khasanah, KMNU FK UGM)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LGBT menjadi perbincangkan hangat banyak pihak tak terkecuali bagi mahasiswa. Mahsasiswa sebagai intelektual muda sudah seharusnya dapat menyikapi segala macam peristiwa dengan arif dan bijaksana. Hal itulah yang menginspirasi KMNU FK UGM untuk melaksanakan kajian yang bertema \u201cAndai Aku Seorang LGBT\u201d. Kajian yang dilaksanakan pada 14 April 2014 menghadirkan dua narasumber yang membahas tentang LGBT&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1281,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5,13],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1279"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1279"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1279\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}