{"id":1168,"date":"2016-05-17T07:56:02","date_gmt":"2016-05-17T07:56:02","guid":{"rendered":"http:\/\/wp.kmnu.or.id\/?p=1168"},"modified":"2016-05-17T07:56:02","modified_gmt":"2016-05-17T07:56:02","slug":"ada-apa-dengan-syaban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/2016\/05\/17\/ada-apa-dengan-syaban\/","title":{"rendered":"Ada Apa Dengan Sya&#8217;ban?"},"content":{"rendered":"<p><em>Bismillahirrahmaanirrahiim,<\/em><\/p>\n<p><em>Alhamdulillahirabbil\u2019aalamiin,<\/em><\/p>\n<p><em>As-sholaatu wassalaamu \u2018alaa rasuulillah wa \u2018alaa aalihi washohbihii ajma\u2019iin<\/em><\/p>\n<p><strong>Ada Apa Dengan (di dalam) \u00a0<em>Sya\u2019ban<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p><em>Sya\u2019ban<\/em> terambil dari kata <em>asysya\u2019b<\/em> yang berarti cabang\u00a0karena di bulan <em>sya\u2019ban<\/em>\u00a0terdapat banyak sekali cabang kebaikan, ada yang mengartikannya <em>al-jabr <\/em>atau menambal\u00a0karena pada bulan ini Allah menambal (memperbaiki) hati-hati yang hancur dan galau, dan juga ada\u00a0yang mengatakan <em>asysyi\u2019b <\/em>yang berarti suatu jalan di gunung yaitu jalan kebaikan. <em>Sya\u2019ban<\/em> merupakan bulan mulia, dan musim yang agung, ia merupakan bulan yang keberkahan-keberkahannya termasyhur, kebaikan-kebaikannya banyak, taubat di bulan <em>sya\u2019ban<\/em> merupakan <em>ghanimah <\/em>yang paling besar, ketaatan di bulan <em>sya\u2019ban<\/em> merupakan keuntungan perdagangan yang paling besar. Allah menjadikan bulan <em>sya\u2019ban<\/em> pacuan zaman, dan menjamin keamanan dan kesejahteraan bagi orang-orang yang taubat di bulan <em>sya\u2019ban<\/em>. Barang siapa yang membiasakan dirinya di bulan <em>sya\u2019ban <\/em>dengan kesungguhan ibadah<em>, <\/em>maka ia akan memperoleh kebiasaan yang baik di bulan ramadhan. <em>Sya\u2019ban <\/em>merupakan bulan yang penuh berkah, Allah memberkahi <em>sya\u2019ban<\/em>, sudah seyogyanya seorang muslim menumbuhkan rasa ingin tahu dan bertanya kenapa dan ada apa di bulan <em>sya\u2019ban<\/em>, sehingga\u00a0 ia memperbanyak amalan di bulan <em>sya\u2019ban <\/em>dengan penuh kesungguhan dan perhatian.<\/p>\n<p><strong>Pemindahan Kiblat<\/strong><\/p>\n<p>Bulan sya\u2019ban merupakan bulan dimana terjadi pemindahan kiblat, dari <em>baitil maqdis <\/em>(Palestina) ke <em>ka\u2019bah <\/em>(Mekah), saat itu Rasulullah menunggu pemindahan kiblat dengan antusias\u00a0dan berdoa seraya menghadapkan wajahnya ke langit menunggu turunnya wahyu Allah agar Allah berkenan memindahkan kiblat-Nya dari <em>baitil maqdis <\/em>ke <em>ka\u2019bah. <\/em>Hingga turunlah ayat Allah<\/p>\n<p><em>\u201cSungguh Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit (untuk berdoa), maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab (taurat dan injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.\u201d<\/em> (Al-Baqarah: 144)<\/p>\n<p>Abu Hatim Al-busty berkata: \u201dOrang-orang muslim sholat menghadap <em>baitil maqdis<\/em> selama 17 bulan 3 hari. Yang demikian itu karena rasul datang ke madinah pada hari senin pada malam 12 <em>rabiul awal<\/em>, dan Allah memerintahkan Nabi untuk \u00a0menghadap <em>ka\u2019bah<\/em> pada hari selasa \u00a0<em>nisfu sya\u2019ban<\/em>.\u201d<\/p>\n<p><strong>Diangkatnya Amal<\/strong><\/p>\n<p>Sebagian dari keistimewaan <em>sya\u2019ban<\/em> yang kita ketahui yaitu diangkatnya amal pada bulan <em>sya\u2019ban<\/em>, yang merupakan diangkatnya amal yang paling besar dan paling luas, hal tersebut sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Usamah ibn Zaid <em>radiallahu \u2018anhuma<\/em> yang berkata:\u00a0 <em>\u201cwahai Rasulullah aku tidak pernah melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain seperti di bulan sya\u2019ban\u201d<\/em> \u00a0mendengar perkataan Usamah\u00a0 lalu Rasulullah pun menjawab \u201c<em>Demikian (bulan sya\u2019ban) adalah bulan yang terletak antara rajab dan ramadhan, manusia biasanya lalai akan sya\u2019ban, dia (sya\u2019ban) merupakan bulan dimana amal-amal diangkat kepada Tuhan alam semesta, aku menyukai diangkatnya amalku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa\u201d<\/em> .<\/p>\n<p>Bukan berarti diangkatnya amal dikhususkan hanya pada bulan <em>sya\u2019ban <\/em>saja, banyak hadits-hadits yang menunjukkan diangkatnya amal-amal di waktu yang berbeda-beda, itu semua memiliki hikmah yang berkaitan dengannya.<\/p>\n<p><strong>Keutamaan Puasa di Bulan <em>Sya\u2019ban<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Suatu ketika Rasulullah ditanya mengenai puasa yang lebih utama setelah ramadhan, Rasul pun menjawab \u201c<em>sya\u2019ban\u201d <\/em>dan berkata \u201c<em>karena untuk mengagungkan ramadhan\u201d <\/em>\u00a0kemudian Rasul juga ditanya mengenai sedekah yang paling utama, beliau pun menjawab \u201c<em>sedekah di bulan ramadhan\u201d<\/em><\/p>\n<p>Siti Aisyah ra berkata: \u201c<em>Rasulullah berpuasa hingga kami menyangka Ia berbuka<\/em>, <em>dan berbuka hingga kami menyangka Ia tidak berpuasa dan aku tidak pernah melihat Rasul menyempurnakan puasanya satu bulan penuh kecuali di bulan ramadhan dan aku tidak pernah melihat Rasul memperbanyak puasanya dari pada berpuasa di bulan sya\u2019ban\u201d<\/em> \u00a0<em>(HR. Bukhori, Muslim, dan Abu Dawud)<\/em><\/p>\n<p>Berpuasa memiliki banyak sekali manfaat baik manfaat lahir maupun batin, banyak para ahli yang telah membuktikan manfaat berpuasa. Jika berpuasa saja sudah memberikan manfaat apalagi jika hal tersebut dilakukan pada bulan yang penuh berkah sebagai persiapan memasuki bulan ramadhan<\/p>\n<p><strong>Bulan Shalawat Atas Nabi<\/strong><\/p>\n<p>Kemudian keistimewaan bulan <em>sya\u2019ban <\/em>yang lain yaitu bulan dimana ayat tentang shalawat diturunkan, yaitu firman Allah <em>\u201csesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian atas Nabi dan sampaikanlah salam penghormatan kepada-Nya\u201d (al-ahzab:56)<\/em><\/p>\n<p>Ibnu Abi al-Shoif al-Yamani mengatakan bahwa <em>\u201c<\/em>sesungguhnya bulan <em>sya\u2019ban<\/em> merupakan bulan shalawat atas Nabi karena ayat \u2018innallaha wa malaaikatahuu yusholluuna alannabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu alaihi wa sallimuu tasliimaa\u2019 itu turun di bulan sya\u2019ban<em>.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Imam Syihab ad-Din al-Qasthalani menukil ucapan sebagian ulama di dalam kitab al-Mawahib bahwasanya ayat 56 surat Al-ahzab tersebut turun di bulan <em>sya\u2019ban.<\/em> Umat islam sudah seharusnya memperbanyak shalawat apalagi di bulan yang memiliki kesan tersendiri mengenai shalawat dan penuh berkah ini.<\/p>\n<p>Imam Izzuddin ibn Abd as-Salam <em>rahimahullah <\/em>mengatakan bahwa shalawat bukanlah <em>syafa\u2019at<\/em> dari kita untuk Rasul, karena orang seperti kita tidak bisa memberikan <em>syafa\u2019at <\/em>kepada orang seperti Rasul, akan tetapi Allah memerintahkan kita untuk membalas kebaikan orang yang memberikan nikmat dan kebaikan kepada kita, sehingga jika kita tidak mampu membalas kebaikan Nabi, maka Allah memerintahkan supaya mencintainya, dan bershalawat atasnya, mudah-mudahan dengan shalawat kita atas Nabi dapat membalas kebaikan Nabi yang telah berbuat baik dan mengutamakan kita, dan tidak ada kebaikan yang lebih utama daripada kebaikan Nabi. Nabi bersabda: \u201c<em>barang siapa yang bershalawat terhadapku dengan satu shalawat maka Allah akan \u2018bershalawat\u2019 kepadanya dengan sepuluh shalawat\u201d. <\/em>Shalawat Allah terhadap kita yaitu limpahan rahmat-Nya dan berlipat gandanya pahala yang Allah berikan.<\/p>\n<p><strong>Malam <em>Nishfi Sya\u2019ban<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Di dalam bulan <em>sya\u2019ban <\/em>terdapat malam yang agung, penuh berkah dan mulia, yaitu malam pertengahan (<em>nishf) sya\u2019ban<\/em>, Allah \u201ctampak\u201d kepada makhluk-Nya melalui ampunan dan rahmat-Nya, Allah mengampuni bagi orang-orang yang meminta ampun terhadap-Nya, merahmati bagi orang-orang yang meminta rahmat-Nya, mengabulkan doa orang-orang yang meminta kepada-Nya, melapangkan makhluk-Nya dari kesusahan, dan mencatat rizki dan amal.<\/p>\n<p>Malam <em>nishfi sya\u2019ban <\/em>yang berarti pertengahan bulan <em>sya\u2019ban <\/em>memiliki beberapa nama antara lain <em>lailatul mubaarakah <\/em>(malam yang diberkahi), <em>lailatul qismah wa at-taqdiir <\/em>(malam ditentukannya nasib seseorang), <em>lailatut takfiir <\/em>(malam penghapusan dosa) Imam As-Subki menyebutkan dalam menjelaskan <em>lailatut takfir <\/em>bahwa \u201ckarena dihapusnya dosa selama satu tahun, sedangkan malam jumat dihapusnya dosa selama satu minggu, dan malam <em>qadr <\/em>atau <em>lailatul qadr <\/em>dihapusnya dosa seumur hidup\u201d. Dan masih banyak nama-nama untuk <em>nisfi sya\u2019ban<\/em><\/p>\n<p><em>Banyak sekali hadits-hadits yang berbicara mengenai keutamaan <\/em><em>nishfi sya\u2019ban, <\/em><em>berikut penulis paparkan beberapa hadits yang berkaitan dengan keutamaan <\/em><em>nishf sya\u2019ban,<\/em><\/p>\n<p>Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdillah ibn Umar <em>radiallahu \u2018anhumaa <\/em>bahwasanya Rasulullah bersabda \u201c<em>sesungguhnya Allah \u2018azza wa jalla melihat (mengawasi) kepada makhluk-Nya pada malam nishfi sya\u2019ban, kemudian Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang, yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh orang lain\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dari Siti Aisyah ra, Ia bercerita bahwa \u201c<em>aku kehilangan Nabi, kemudian aku keluar untuk mencarinya dan menemukan beliau di Baqi\u2019 sedang menengadahkan wajahnya ke langit<\/em>\u201d lalu beliau berkata \u201c<em>Sesungguhnya Allah &#8216;azza wa jalla turun ke langit dunia pada malam nishfi sya&#8217;ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing).<\/em>\u00a0(HR At-Thabrani dan Ibnu Majah)<\/p>\n<p><em>Dari \u2018Alla ibn Harits bahwasanya Siti Aisyah <\/em><em>radhiyallahu anha <\/em><em>berkata<\/em><em> \u201cRasulullah bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, &#8220;Wahai Asiyah \u2013atau -Wahai Humaira&#8217;- apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?&#8221; <\/em><em>Aku menjawab<\/em><em>, &#8220;Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali&#8221; <\/em><em>Rasulullah SAW bersabda<\/em><em>, &#8220;Tahukah kamu malam apa ini?&#8221; <\/em><em>Aku menjawab,<\/em><em> &#8220;Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.&#8221; <\/em><em>Beliau bersabda,<\/em><em> &#8220;Ini adalah malam nishfu sya&#8217;ban (pertengahan bulan sya&#8217;ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya&#8217;ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.&#8221;<\/em>\u00a0(HR Al-Baihaqi)<\/p>\n<p>Di Indonesia biasanya peringatan <em>nishfi sya\u2019ban <\/em>diisi dengan pembacaan yasin tiga kali secara berjamaah dengan niat diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan <em>barakah\/<\/em>berkah serta ditetapkannya iman lalu dilakukan doa bersama. Peringatan <em>nishfi sya\u2019ban <\/em>tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, banyak di belahan dunia lain yang memperingati malam yang mulia ini, walaupun ada juga yang tidak memperingati. Sebuah keharusan bagi\u00a0 tiap muslim untuk saling menghargai pendapat masing-masing, agar terjalinnya keharmonisan antara umat islam, sebagaimana yang dicontohkan oleh <em>salaf as-shalih yang <\/em>menyandarkan kebenaran hanya pada Allah.<\/p>\n<p>Sebagian <em>fudhala<\/em> berkata:<\/p>\n<p><strong><em>\u201cfa qum lailata an-nishfi as-syariifi mushalliyan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0fa asyrafu hadza as-syahri lailatu nishfihi<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Fakam min fataa qad baata fin nisfi aaminan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 wa qad nusikhat fiihi shahiifatu hatfihi<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Fa baadir bi fi\u2019lil khairi qablan qidhaaihi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0wa haadzir hujuumal mauti fiihi bisharfihi<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Wa shum yaumahu lillahi wa ahsin raja ahu \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0litadhfara \u2018indal karbi mannahu bi luthfihi\u201d<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cDirikanlah malam nishf sya\u2019ban dalam keadaan sholat,\u00a0karena paling mulia dari bulan ini (sya\u2019ban) yaitu malam pertengahan bulannya. <\/em><\/p>\n<p><em>Banyak dari pemuda yang mabit di nishfi sya\u2019ban dalam keadaan beriman, dan sungguh dibatalkan di dalam sya\u2019ban lembaran kematiannya. <\/em><\/p>\n<p><em>Maka bersegeralah dengan melakukan kebaikan sebelum selesainya nishfi sya\u2019ban. Jagalah dirimu dari serangan kematian di dalam nishfi sya\u2019ban dengan menolak kematian. <\/em><\/p>\n<p><em>Dan berpuasalah pada siang harinya karena Allah, dan baguskanlah harapan kepada Nya, supaya engkau memperoleh anugrah-Nya ketika dalam keadaan susah dengan sebab kewelasan-Nya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Bulan <em>sya\u2019ban <\/em>merupakan bulan penuh berkah, bulan persiapan diri menuju ramadhan, sudah selayaknya kita semua mengencangkan \u201cikat pinggang\u201d dan memperbanyak ibadah, dengan membaca Al-quran, berpuasa, shalawat dan lain-lain sehingga akan memperoleh keuntungan yang sempurna dan menjadi kebiasan yang baik yang setiap aktifitasnya dipenuhi keridhaan Allah. <em>Allahumma baarik lanaa fii sya\u2019baan wa ballignaa ramadhan.<\/em><strong>(Mochamad Bukhori Zainun)<\/strong><\/p>\n<p>Wallahu a\u2019lam bis shawab<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bismillahirrahmaanirrahiim, Alhamdulillahirabbil\u2019aalamiin, As-sholaatu wassalaamu \u2018alaa rasuulillah wa \u2018alaa aalihi washohbihii ajma\u2019iin Ada Apa Dengan (di dalam) \u00a0Sya\u2019ban? Sya\u2019ban terambil dari kata asysya\u2019b yang berarti cabang\u00a0karena di bulan sya\u2019ban\u00a0terdapat banyak sekali cabang kebaikan, ada yang mengartikannya al-jabr atau menambal\u00a0karena pada bulan ini Allah menambal (memperbaiki) hati-hati yang hancur dan galau, dan juga ada\u00a0yang mengatakan asysyi\u2019b yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1176,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1168"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1168"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1168\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kmnu-old.kiarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}